Disisi Lain, Hotel Alexis Pernah Gelar Santunan Kepada Anak Yatim

ANTARA FOTO/Galih Pradipta

Menit.co.id – Selain mendapat pandangan negatif karena ada dugaan menjadi tempat prostitusi dari berbagai pihak, namun ada sisi postif yang dilakukan manajemen Hotel Alexis. Yaitu menggelar santunan kepada anak yatim.

Seorang jurnalis senior, Amazon Dalimunthe mengaku pernah beberapa kali diundang oleh manajemen Hotel Alexis untuk berkunjung ke tempat hiburan itu.

Sekali sekadar kunjungan dan bincang-bincang santai sembari menikmati hiburan malam berupa karaoke dan musik elektronik dengan sejumlah pramuria. Dalam kesempatan lain, kunjungan berupa menghadiri kegiatan sosial menyantuni anak-anak yatim dan piatu.

Amazon mengaku lupa waktu pasti kegiatan itu, bahkan sekadar tahunnya. Tetapi, yang jelas bertepatan dengan momentum bulan puasa Ramadan.

Waktu itu semua aktivitas hiburan di Alexis tutup, maka manajemen menggelar kegiatan yang disebut Sahur on the Road; santap sahur bersama di ruang terbuka.

“Pas bulan puasa, kebetulan Alexis tutup. Di situ ada beberapa artis (diundang juga), kemudian ada santunan kepada yatim piatu, dan lain-lain,” kata Amazon dalam program Apa Kabar Indonesia Pagi di tvOne pada Kamis 2 November 2017.

Tentu saja, kata Amazon, karena kala itu sedang tutup, tidak ada aktivitas hiburan malam di Alexis. Apalagi, kegiatan prostitusi, sebagaimana yang ramai dibincangkan publik beberapa hari terakhir.

Dalam kesempatan lain yang tak bertepatan dengan bulan puasa, dia berterus terang, memang menyaksikan banyak perempuan pramuria di hotel itu. Sebagian perempuan dalam negeri dan yang lain dari mancanegara.

Tetapi, dia melihat sebatas itu, tak tampak aktivitas yang dapat disebut prostitusi. “Saya enggak tahu kalau itu, mungkin di tempat lain,” ujarnya.

Satu hal yang dia pastikan, memang keberadaan wanita-wanita penghibur yang tak hanya dari dalam negeri, melainkan juga luar negeri, di antaranya Uzbekistan dan Amerika Latin.

“Kita tahu yang Usbek (Uzbekistan) yang katanya cantik itu, kemudian Amerika Latin yang katanya sensual,” katanya.

Keberadaan wanita-wanita asal luar negeri itulah, menurut Amazon, menjadi daya tarik utama Hotel Alexis. Hotel itu jugalah yang memelopori mendatangkan pramuria asal Uzbekistan dan Amerika Latin.

Tarif tempat-tempat hiburan di Alexis memang tidak murah, tetapi tetap memiliki pelanggan loyal. Amazon menyebut, pengunjung Alexis di masa-masa awal ialah pebisnis batu bara.

“Kebetulan waktu itu harga batu bara meledak (mahal), sehingga mereka (pebisnis batu bara di Sumatera dan Kalimantan) kalau ke Jakarta, ya, tujuannya Alexis,” katanya.

Sumber: viva.co.id