Ditagih Utang, Oknum PNS Lapas Selatpanjang Tinju Pegawai Laundry

  • Bagikan
Oknum Petugas Lapas Selat Panjang Tunjal Kepala Karyawan Laundry

Menit.co.id – Oknum pagawai Lapas di Selat Panjang, Kabupaten Meranti nyaris bikin malu instansinya. Masalahnya sepele karena utang piutang di sebuah laundry. Namun sikap arogansi ditunjukkan wanita bernama DN.

DN padahal baru saja bekerja sebagai PNS di Lapas setempat. Karena ditagih utang oleh pekerja laundry, ia meninju kepala pegawai laundry bernama MPA itu.

MPA mengaku jika saat itu DN mengambil pakaian di laundry tersebut. MPA pun mengingatkannya jika ingin mengambil pakaian tersebut jangan semuanya. Sebab ada utang yang belum dilunasi.

BACA : Mengangkat Ekonomi Lokal Lewat Mie Sagu

“Ketika itu, dia (DN) ingin mengambil pakaian di laundry dan hanya membayar sebesar Rp100 ribu saja. Sementara utangnya yang lama sudah menumpuk. Pas saya tagih dia tak terima malah menunjal kepala saya dengan keras,” aku MPA seperti dikutip dari batamnews.co.id.

Beruntung kejadian ini berujung damai. Kepala Lapas Kelas II Selat Panjang, Khairul Bahri Siregar yang mengetahui kejadian ini pun mengaku malu dengan arogansi anak buahnya.

Ia segera turun menangani masalah ini hingga dimediasikan di Kantor Polsek Tebingtinggi.

“Sudah kita ambil langkah-langkah untuk penyelesaian masalahnya, yaitu langsung komunikasi dengan pihak keluarga dan juga karyawan laundry yang diduga mengalami penganiayaan, telah melakukan perdamaian pada polsek kota (Polsek Tebingtinggi) untuk penyelesaian secara hukum,” ucap Khairul, Minggu (28/3).

Khairul tidak menyangka akan terjadi hal seperti itu. Menurutnya itu berada di luar kontrol kepemimpinan.

“Saya selaku pembina Lapas ini bukan hanya untuk yang bersangkutan tapi untuk seluruh petugas yang ada cukup sudah berusaha semaksimal mungkin tapi jika ada hal-hal yang menyimpang di luar dugaan kami seperti ini kami atas nama instansi minta maaf,” kata Khairul.

Terhadap oknum pegawainya tersebut, dia janji akan memberikan teguran tegas. Termasuk juga pembinaan. “Akan segera kita tindak lanjuti melalui mekanisme yang telah ditetapkan, yaitu melalui proses BAP ntuk mengetahui permasalahan-permasalahan yang terjadi,” pungkasnya.

  • Bagikan