Hakim Mahkamah Agung Tolak Kasasi Wikanaya

Hakim Mahkamah Agung

Menit.co.id – Hakim Mahkamah Agung menolak permohonan kasasi terdakwa PPK Wikanaya dalam proyek pengadaan benih jagung di Distanbun Nusa Tenggara Barat pada tahun 2017.

Kelik Trimargono, Juru Bicara Pengadilan Negeri Mataram, mengatakan bahwa pernyataan tersebut berdasarkan petikan putusan hakim kasasi yang dibacakan pada tanggal 26 Juli 2022.

“Sesuai petikan putusan yang kami terima akhir pekan lalu, permohonan kasasi terdakwa atas nama Wikanaya di tolak oleh Hakim Mahkamah Agung,” kata Kelik.

Petikan putusan kasasi milik terdakwa Wikanaya dengan Nomor: 3827 K/Pid.Sus/2022 itu dibacakan majelis hakim yang di ketuai Suhadi.

Kelik melanjutkan, dengan menyatakan menolak permohonan kasasi terdakwa Wikanaya, putusan perkara merujuk pada putusan banding Nomor: 6/PID.TPK/2022/PT MTR, tanggal 23 Maret 2022.

“Karena permohonan kasasi ditolak, jadi putusan banding yang berlaku,” ujarnya.

Dalam putusan di Pengadilan Tinggi Nusa Tenggara Barat, hakim memperbaiki putusan Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi Mataram Nomor: 10/Pid.Sus-TPK/2021/PN.Mtr, tanggal 7 Januari 2022.

Perbaikan putusan tersebut mengubah pidana hukuman terdakwa Wikanaya dari 11 tahun menjadi 9 tahun penjara dengan denda Rp500 juta subsider 3 bulan kurungan.

Vonis hukuman di tingkat banding menyatakan bahwa terdakwa Wikanaya terbukti melanggar Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU No. 20/2001 jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP sesuai dengan dakwaan primer jaksa penuntut umum.

Dengan adanya penerimaan petikan putusan dari Mahkamah Agung, Kelik mengatakan bahwa pihaknya sudah meneruskan kabar tersebut kepada para pihak, baik jaksa penuntut umum maupun terdakwa Wikanaya.