Harun Masiku Tak Tidur Nyenyak, Eks Penyidik KPK Bersuara

Harun Masiku Trending Topik
Harun Masiku

Menit.co.id – Harun Masiku kembali jadi trending topik usai pernyataan Ketua KPK Firli Bahuri yang mengatakan buronan tidak bisa tidur nyenyak.

Harun Masiku merupakan eks Calon Legislatif dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Kini statusnya menjadi buronan Komisi Pemberantasan Korupsi.

Sudah bertahun-tahun Harun Masiku bersembunyi dari pelariannya dan urung tertangkap. Namun baru-baru ini publik kembali di ingkatkan dengan sosok Harun Masiku.

Ketua KPK, Firli Bahuri mengatakan, para tersangka yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) termasuk Harun Masiku tidak bisa tidur nyenyak karena masih terus di cari.

“Saya yakin sampai hari ini dia tidak bisa tidur nyenyak karena sampai kapan pun tetap di cari KPK. Hanya tunggu waktu dia pasti tertangkap,” katanya di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (18/5/2022).

Harun Masiku, bekas caleg dari PDI Perjuangan itu merupakan tersangka dalam kasus dugaan suap terkait dengan penetapan anggota DPR terpilih 2019-2024.

Masiku sudah berstatus DPO sejak Januari 2020. Selain itu, Interpol juga telah menerbitkan daftar merah dengan nama dia tercantum di dalamnya.

Selain Masiku, kata dia, KPK juga memastikan memburu para buronan lainnya yang belum tertangkap. Rupanya buronan KPK tidak hanya Harun Masiku saja.

“KPK masih mencatat ada beberapa orang yang masih di cari oleh KPK. Saya tidak menyebutkan satu satu tetapi bukan hanya satu orang,” ujar dia.

Buronan KPK Seperti Harun Masiku Bisa Saja Hidup Nyaman

Di sisi lain, eks penyidik KPK, Yudi Purnomo, mengungkapkan bahwa para buron koruptor atau daftar pencarian orang (DPO) KPK bisa saja sedang hidup nyaman dan santai saja dalam pelariannya.

Hal ini menanggapi pernyataan Firli Bahuri yang menyebut para buronan KPK tidak bisa tidur nyenyak. KPK memang masih gagal menangkap sejumlah buronannya, termasuk Harun Masiku.

Kata Yudi, jangan di bayangkan para buron itu hidup susah atau tidak tidur nyenyak selama pelariannya. Mereka hidup nyaman dan berkecukupan.

“Ini korupsi kejahatan tentang uang dan kewenangan jadi jangan bayangkan kehidupan koruptor yang buron selama pelariannya hidup susah,” kata Yudi dalam cuitan Twitter pribadinya yang di izinkan untuk di kutip kumparan pada Kamis, (19/5).

“Kebutuhan dasar misal, tempat tinggal dan makan mereka terpenuhi,” tambahnya.

Pernyataan itu berdasarkan pengalaman Yudi sebagai penyidik KPK dalam meringkus buronan. Ia menyebut bahkan ada buronan yang sempat memimpin rapat perusahaan hingga berkebun.

“Pengalaman sebagai penyidik, buronan santai, kok, bahkan bisa mimpin rapat perusahaannya. Justru penyidik yang selalu kepikiran dan kerja keras mencari buronan ini, karena menjadi tanggung jawab tugas dan moral. Saat itu kita cari ke mana saja termasuk geledah tempat di duga persembunyian/meriksa orang dekatnya,” ungkap Yudi.

“Bahkan ada yang sampai bisa berkebun,” ungkap mantan pegawai KPK yang terkena imbas TWK itu.
Dalam satu kasus, Yudi mengaku pernah menangkap buron yang ternyata lokasinya tidak jauh dari gedung KPK.

“Bahkan tempat penangkapan ternyata tidak jauh dari KPK ada yang di apartemen atau rumah yang di sewa. Ketika di tangkap pun kondisi mereka santai, ketangkap, ya, sudah ketangkap,” kata Yudi mengisahkan tanpa menyebut identitas buronan yang di maksud.

Soal pengejaran buron, Yudi menyebut ada tiga hal utama yang harus di penuhi: kerja sama tim, persisten, dan mau mencari. Ia menekankan soal ‘kemauan mencari’ karena menurut dia, sumber daya KPK cukup untuk menangkap para buron KPK, termasuk Harun Masiku.

“SDM, IT, kewenangan hukum KPK dan lainnya cukup kok untuk menangkap buronan Korupsi dan sejarah telah membuktikan. Bisa, kok, di tangkap,” pungkas Yudi yang kini merupakan ASN Polri.

Cerita pengalaman menangkap buronan KPK tersebut di ungkapkan Yudi dalam merespons pernyataan Ketua KPK Firli Bahuri. Kemarin Firli mengatakan, para buron saat ini tidak bisa tidur nyenyak karena terus di buru KPK.

“KPK masih mencatat ada beberapa orang yang dicari oleh KPK, saya tidak menyebut satu per satu, tapi bukan hanya satu orang [Harun Masiku], setidaknya masih ada 6 orang yang kita cari,” kata Firli Bahuri dalam konferensi persnya usai pengarahan Program Politik Cerdas dan Berintegritas Terpadu KPK Tahun 2022 di Gedung Merah Putih KPK, Rabu (18/7).

Kendati begitu, Firli tidak menyebut secara rinci 6 buron tersebut. Sebab, saat ini KPK memiliki 4 orang daftar buronan. Mereka adalah; Harun Masiku; Surya Darmadi; Izil Azhar; dan Kirana Kotama.

Firli menegaskan bahwa sampai kapan pun KPK akan terus mengejar para buron itu. Ia menyebut bahwa hanya tinggal tunggu waktu saja Harun Masiku serta buronan lain akan tertangkap.

“Saya yakin sampai hari ini, dia tidak bisa tidur nyenyak karena sampai kapan pun akan di cari oleh KPK. Hanya tunggu waktu, dia pasti tertangkap,” tambah Firli.

Janji KPK Tangkap Buronan Usai Pandemi COVID-19

Soal penangkapan Harun Masiku dan para buron lain, KPK pernah berjanji bahwa akan menemukannya kala pandemi COVID-19 mereda.

Pada penghujung 2021, Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron pernah mengatakan bahwa KPK akan berupaya menangkap Harun Masiku dan ketiga buronan jika pandemi mereda.

“Itu dari sisi DPO yang masih kami terus kejar, mudah-mudahan setelah COVID agak reda kita lebih leluasa mencari DPO tersebut,” kata Nurul Ghufron dalam konferensi pers laporan kerja akhir tahun KPK, Rabu (29/12).

“Yang jelas KPK berkomitmen, bukan hanya untuk Harun Masiku, untuk keempatnya kami akan laksanakan penangkapan segera setelah COVID mereda,” sambungnya.

Sekarang, Presiden Joko Widodo sudah membebaskan pemakaian masker di luar rumah atau di luar gedung tertutup. Ini sebagai barometer bahwa COVID-19 di Indonesia sudah mulai mereda.

Untuk di ketahui, Harun Masiku sudah di tetapkan sebagai tersangka oleh KPK pada 9 Januari 2020. Dia di duga menyuap eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan SGD 57.350 atau setara Rp 600 juta.

Suap di berikan agar Wahyu mengupayakan Harun Masiku sebagai anggota DPR F-PDIP menggantikan Riezky Aprilia melalui mekanisme Pergantian Antar Waktu (PAW).

Harun merupakan satu-satunya tersangka dalam kasus ini yang belum di tangkap dan di sidangkan. Tersangka lainnya di kasus ini yakni Wahyu Setiawan, kader PDIP Saeful Bahri, dan eks caleg PDIP Agustiani Tio Fridellina sudah di sidang dan perkaranya inkrah.

Ketika OTT pada 8 Januari 2020, KPK gagal meringkus Masiku. Meski kemudian dia menjadi tersangka, keberadaannya tetap tidak di temukan.

Harun Masiku menjadi buronan KPK sejak 17 Januari 2020. Ia pun masuk Red Notice per Agustus 2021. Polemik semakin rumit ketika penyidik yang menangani kasus Harun Masiku dan penyelidik yang memburu Harun Masiku di pecat KPK karena TWK.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS