Ibu di Jakarta Timur Rekam Anak Berhubungan Badan dengan Pacar, Kini Jadi Tersangka

Ibu di Jakarta Timur Rekam Anak Berhubungan Badan dengan Pacar
Ibu di Jakarta Timur Rekam Anak Berhubungan Badan dengan Pacar. (Sumber Foto: Tribunnews.com)

MENIT.CO.ID – Seorang ibu di Jakarta Timur bernama Neneng tega membiarkan anaknya berhubungan badan dengan pacar dan merekamnya.

Neneng Komala Dewi (47) dengan sengaja merekam aksi anaknya berhubungan badan dengan pacar menggunakan sebuah handphone.

Video tak pantas itudigunakan untuk kepuasan pribadi Neneng yang berstatus janda. Setelah berulang kali merekam, Neneng jadi tertarik dengan pacar anaknya yang berinisial AR.

Hubungan asmara putrinya, HR dengan AR berlangsung selama satu tahun. Ternyata Neneng yang awalnya cuma merekam hubungan intim anaknya dengan pacarnya juga ingin bercinta.

Terungkap, Neneng sempat mengajak pacar putrinya bercinta. Tetapi ajakan tersebut tak berbalas. Hal itu dipicu aroma tubuh Neneng. Pacar HR pun menolak ajakan Neneng berhubungan intim.

“NKD suka dan ingin berhubungan sama pacar anaknya. Tapi pacar anaknya tidak mau berhubungan dengan alasan NKD, katanya bau,” ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur AKBP Armunanto Hutahaean.

Diketahui, Neneng tinggal bersama putri dan kerabatanya di kontrakan kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur. Sehari-hari, Neneng jarang bergaul dan tidak bekerja.

Ia juga sempat membantu putrinya menggugurkan kandungan. Namun, HR melahirkan di rumahnya pada 16 April 2024 lalu.

Ketua RT tempat Neneng dan HR tinggal, Nurali membeberkan tindakan Neneng dan HR melakukan aborsi membuat warganya terkejut karena selama ini mereka tak mengetahui korban hamil.

Pasalnya selama tinggal di wilayah Kecamatan Duren Sawit, baik pengurus lingkungan maupun warga tidak pernah melihat adanya laki-laki tak dikenal berkunjung.

Ibu berinisial NKD itu sudah ditetapkan sebagai tersangka. Dia dijerat dengan Pasal 76c juncto Pasal 80 dan/atau Pasal 77a dan/atau Pasal 76b juncto Pasal 77b UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan/atau Pasal 346 KUHP dan/atau Pasal 531 KUHP dengan ancaman hukuman penjara 15 tahun dan denda hingga Rp 3 miliar.

Sementara itu, korban saat ini ditangani Yayasan Handayani Cipayung. Sedangkan pacar korban ditangani Polres Metro Bekasi Kota karena peristiwa persetubuhan itu terjadi di wilayah hukum Bekasi Kota.

Polisi menyebut saat putrinya hamil, NKD justru berupaya menggugurkan kandungan tersebut. NKD bahkan meminta bantuan tetangganya berinisial N (55) untuk membeli obat aborsi.

“Pada saat mulai hamil, ibunya berusaha untuk bayi yang di dalam kandungannya itu digugurkan, berusaha dengan segala cara dengan membelikan nanas muda dan sebagainya, tetapi kandungan anak itu tetap kuat,” kata Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Nicolas Ary Lilipaly.

“Pada kurang lebih bayi umur 7 bulan, maka orang tua kandung meminta bantuan tersangka lainnya, Ibu N, untuk membelikan obat aborsi dibelinya di Pasar Pramuka,” sambungnya.

Saat ini, polisi masih memburu penjual obat aborsi di Pasar Pramuka.