Kasatpol PP Makassar, Cinta Segitiga Berujung Tersangka

Kini Kasatpol PP Makassar, Muhammad Iqbal Asnan sudah di tangkap pada Sabtu (16/4/2022) oleh anggota Polrestabes Makassar.

Kasatpol PP Makassar

Menit.co.id – Kasatpol PP Makassar, Muhammad Iqbal Asnan jadi tersangka kasus penembakan hingga menewaskan seorang bernama Najamuddin Sewang.

Korban tewas bernama Najamuddin Sewang adalah seorang pegawai Dinas Perhubungan Kota Makassar, pada Minggu 3 April 2022 lalu.

Kini Kasatpol PP Makassar, Muhammad Iqbal Asnan sudah di tangkap pada Sabtu (16/4/2022) oleh anggota Polrestabes Makassar.

Iqbal Asnan pun sudah resmi menjadi tersangka atas kasus penembakan tersebut.

Tak berhenti sampai di situ, polisi menduga Iqbal Asnan adalah dalang kasus pembunuhan warga Perum Pelindo, Jalan Sultan Alauddin, Makassar tersebut.

Adapun motif pembunuhan pegawai Dishub Makassar itu adalah masalah asmara alias cinta segitiga di antara pelaku, korban, dan sosok wanita berinisial R.

Lantas, siapakah sosok Iqbal Asnan dan apa hubungannya dengan Najamuddin Sewang?

Melansir dari dari TribunTimur, Iqbal Asnan merupakan ASN Pemkot Makassar yang sudah menjabat di berbagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

Sebelum menjadi Kasatpol PP Makassar, Iqbal Asnan merupakan Plt Kepala Dishub Makassar. Artinya, Iqbal Asnan adalah bekas atasan dari Najamuddin Sewang.

Selain berdinas di Dishub, Iqbal Asnan juga pernah menempati posisi Sekretaris Satpol PP Makassar pada 2019.

Wali Kota Makassar, Danny Pomanto menunjuk Iqbal Asnan mengisi posisi pelaksana tugas (Plt) Kasatpol PP Makassar pada Juli 2021.

Akhirnya, Iqbal Asnan resmi menjabat sebagai Kasatpol PP Makassar sejak 31 Desember 2021 sampai saat ini.

Sementara itu, di kutip dari elhkpn.kpk.go.id, Iqbal Asnan tercatat dua kali melaporkan harta kekayaannya, yaitu pada 2020 dan 2021.

Tercatat, Iqbal Asnan memiliki harta kekayaan sebesar Rp 4.030.000.000 per 9 Februari 2021. Ia memiliki tiga bidang tanah dan bangunan di Kota Makassar dengan nilai Rp 3,5 miliar.

Iqbal Asnan juga masih memiliki tiga unit mobil dan tiga motor yang nilainya Rp 480 juta. Aset lain yang dimiliki Iqbal Asnan adalah kas dan setara kas dengan jumlah Rp 50 juta.

Terancam Hukuman Mati

Di ketahui, Iqbal Asnan di tangkap aparat kepolisian dari Polrestabes Makassar di rumahnya yang berada di Jalan Muhammad Tahir.

Tak sendirian, Iqbal Asnan di tangkap bersama tiga pelaku pembunuhan lainnya di lokasi yang sama. “Keempat pelaku masing-masing berinisial S, MIA (Muhammad Iqbal Asnan), AKM dan A.”

“Keempatnya sudah ditetapkan sebagai tersangka,” kata Kepala Polrestabes Makassar, Kombes Polisi Budi Hartanto dalam keterangan persnya Sabtu (16/4/2022) malam.

Budi mengungkapkan, dari empat pelaku, mempunyai peran masing-masing yakni sebagai eksekutor, menggambar situasi, dan otak pelaku.

“Motifnya asmara atau cinta segitiga. Jadi, dari situ, kemudian di rencanakan pembunuhan terhadap korban. Korban di tembak oleh pelaku menggunakan motor,” ungkap dia, di kutip dari Kompas.com.

Keempat pelaku kini di kenakan Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana dengan ancaman hukuman seumur hidup atau hukuman mati.

Wali Kota Copot Iqbal dari Kasatpol PP Makassar

Selain ancaman hukuman, karier Iqbal Asnan juga terancam ikut berakhir. Wali Kota Makassar, Danny Pomanto mengatakan, akan mengganti Iqbal Asnan sebagai Kasatpol PP Makassar jika terbukti bersalah.

“Saya akan tunjuk penggantinya, bisa wakil (sekretaris Satpol) dan eselon II lainnya, bisa asisten, Sekda,” ucapnya kepada Tribun-Timur.com, Sabtu (16/4/2022).

Akan tetapi sebelum mengambil langkah tersebut, Danny mengaku masih menunggu keputusan dari kepolisian.

“Kami menunggu ketetapan status Satpol PP, karena dengan ketetapan itulah kami bisa menetapkan pemberhentian sementaranya,” kata dia.

Setelah itu, jika sudah ada keputusan pengadilan yang inkrah, maka Iqbal Asnan akan di berhentikan secara total sebagai ASN.

Kronologi Kejadian

Masih dari informasi sebelumnya, Najamuddin Sewang di temukan tewas tergeletak di Jl Danau Tanjung Bunga, Minggu (3/4/2022) siang.

Awalnya, Najamuddin Sewang yang masih berseragam Dinas Perhubungan, di duga tewas kecelakaan tunggal.

Namun, setelah jasadnya hendak di kafani, keluarga menemukan adanya lubang di tubuh almarhum.

Lubang itu menyerupai bekas luka tembakan dan mengeluarkan darah. Atas temuan itu, pihak keluarga pun sepakat untuk melakukan autopsi mayat Najamuddin.

Setelah autopsi di RS Bhayangkara, terungkap bahwa Najamuddin Sewang tewas di tembak. Hal itu di kuatkan dengan adanya proyektil peluru yang bersarang di bawah ketiak kirinya.

Proyektil itu pun masih di selidiki di Laboratorium Forensik Cabang Makassar. Sementara jenazah Najamuddin Sewang telah di makamkan di kampung halamannya di Kabupaten Takalar.