Kasus Suap Meikarta, KPK Panggil Presdir Lippo Karawaci

    Senin, 10 Desember 2018 - 10:53 Editor : Redaksi Dibaca : 114 Views

    Menit.co.id Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengagendakan pemeriksaan terhadap Presiden Direktur PT Lippo Karawaci, Ketut Budi Wijaya. Dia akan dimintai keterangan sebagai saksi untuk penyidikan kasus dugaan suap perizinan proyek Meikarta.

    “Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka BS (Billy Sindoro),” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Senin (10/12/2018).

    Ketut sebelumnya pernah dipanggil penyidik sebagai saksi pada Kamis 25 Oktober 2018. Saat itu, dia dipanggil bersama CEO Lippo Cikarang Toto Bartholomeus.

    Proyek Meikarta adalah proyek milik perusahaan properti PT Lippo Karawaci Tbk dan PT Lippo Cikarang Tbk. Proyek itu dikerjakan oleh PT Mahkota Sentosa Utama (PT MSU), yang merupakan anak usaha PT Lippo Cikarang Tbk.

    KPK menetapkan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait izin proyek pembangunan Meikarta di Kabupaten Bekasi. Selain Bupati Neneng, KPK juga menjerat delapan orang lainnya dalam kasus ini.

    Mereka adalah Kepala Dinas PUPR Pemkab Bekasi, Jamaludi; Kepala Dinas Damkar Pemkab Bekasi, Sahat MBJ Nahar; Kepala Dinas DPMPTSP Kabupaten Bekasi, Dewi Tisnawati; dan Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Kabupaten Bekasi, Neneng Rahmi.

    Kemudian, pihak swasta bernama Billy Sindoro yang merupakan Direktur Operasional Lippo Group, Taryudi dan Fitra Djajaja Purnama selaku konsultan Lippo Group, serta Henry Jasmen pegawai Lippo Group.

    Bupati Neneng diduga menerima hadiah atau janji Rp 13 miliar terkait proyek tersebut. Diduga, realiasasi pemberian sampai saat ini adalah sekitar Rp 7 miliar melalui beberapa Kepala Dinas.

    Keterkaitan sejumlah dinas lantaran proyek tersebut cukup kompleks, yakni memiliki rencana membangun apartemen, pusat perbelanjaan, rumah sakit, hingga tempat pendidikan. Sehingga dibutuhkan banyak perizinan.

    (Liputan6)



    Komentar Pembaca: