Keluarga Korban Desak Klarifikasi Iptu Rudiana dalam Kasus Pembunuhan Vina

Keluarga Korban Desak Klarifikasi Iptu Rudiana dalam Kasus Pembunuhan Vina
Keluarga Vina menanggapi bebasnya tersangka Pegi Setiawan setelah hakim menerima praperadilan yang diajukan Pegi, Senin, 8 Juli 2024. (Beritasatu.com/Candra Kurnia)

MENIT.CO.ID – Keluarga Vina meminta ayah kandung Muhammad Rizky Rudiana alias Eky, yakni Iptu Rudiana, untuk memberikan keterangan terkait pengungkapan kasus pembunuhan Vina yang terjadi pada tahun 2016.

Permintaan ini disampaikan oleh Marliana, kakak Vina, setelah hakim Pengadilan Negeri (PN) Bandung mengabulkan praperadilan Pegi Setiawan, pada Senin (8/7/2024).

Marliana mengungkapkan bahwa sejak awal peristiwa pembunuhan, keluarga telah menyerahkan kasus tersebut kepada Iptu Rudiana.

“Menurut saya pribadi dan keluarga, Pak Rudiana harus muncul karena dari awal kami menyerahkan kasus ini kepada Pak Rudiana,” ujar Marliana kepada Beritasatu.com, Selasa (9/7/2024).

Marliana mengatakan bahwa saat ini isu yang berkembang di masyarakat adalah polisi telah melakukan salah tangkap. Keluarga Vina meminta Rudiana untuk memberikan klarifikasi terkait hal ini.

“Pak Rudiana harus memberikan penjelasan, karena isunya salah tangkap semua. Setidaknya dia harus muncul dan memberi klarifikasi,” katanya.

Diketahui, Pegi Setiawan telah dibebaskan dari penjara Polda Jawa Barat pada Senin (8/7/2024) malam.

Iptu Rudiana Tidak Langgar Kode Etik dalam Kasus Vina Cirebon

Iptu Rudiana dinyatakan tidak melanggar kode etik dalam kasus Vina Cirebon. Namun, kuasa hukum Pegi Setiawan menduga adanya dua skenario.

Saat ini, kasus pembunuhan Vina dan Eky yang terjadi di Cirebon pada tahun 2016 kembali mencuat di kalangan publik.

Kasus Vina dan Eky di Cirebon delapan tahun lalu dinilai masih meninggalkan tanda tanya besar dan belum menemukan titik terang.

Mencuatnya kembali kasus ini membuat beberapa nama ikut disorot, salah satunya adalah Iptu Rudiana, ayah dari Eky.

Nama Iptu Rudiana sempat ramai diperbincangkan karena diduga memilih bungkam terkait kasus yang menghilangkan nyawa Vina dan Eky.

Namun, akhirnya Iptu Rudiana telah diperiksa oleh Propam dan Itwasum Polri, serta dimintai keterangan terkait kasus pembunuhan Vina dan Eky di Cirebon.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, Iptu Rudiana terbukti tidak melanggar kode etik dalam kasus pembunuhan Vina dan Eky di Cirebon.

Muchtar Effendi, kuasa hukum Pegi Setiawan, berharap agar Iptu Rudiana bisa kembali diperiksa oleh pihak kepolisian.

Dikutip dari YouTube Uya Kuya TV pada Selasa, 9 Juli 2024, kuasa hukum Pegi Setiawan mengatakan bahwa kasus Vina dan Eky bisa cepat selesai jika kembali ke titik awal, yaitu kepada Iptu Rudiana.

Kuasa hukum Pegi Setiawan menilai bahwa Iptu Rudiana menjadi titik awal karena ia yang membuat laporan terkait kasus Vina dan Eky di Cirebon pada tahun 2016.

“Jadi, saya bilang, jika masalah ini ingin cepat selesai, balik saja ke muara yaitu Rudiana dan penyidik pada waktu itu,” ujar Muchtar.

“Supaya masalah ini terang-benderang, harus kembali lagi ke muaranya. Tahun 2016 itu yang membuat laporan kepolisian Iptu Rudiana, entah Rudiana atau Iptu Rudiana, yang jelas Rudiana,” tambahnya.

Muchtar Effendi juga menduga adanya penyusunan skenario pada kasus Vina dan Eky di Cirebon.

Muchtar Effendi menduga ada dua skenario dalam kasus Vina Cirebon, di mana Polda Jabar menjadi korban skenario Iptu Rudiana atau Polda Jabar justru melengkapi skenario tersebut bersama-sama.

“Karena nama Pegi Setiawan muncul gara-gara alur cerita yang dibuat oleh Iptu Rudiana. Pak Hotman juga memintanya untuk menjadi PH-nya, tapi dengan syarat Pegi Setiawan harus masuk penjara,” kata Muchtar.

“Ini pertanyaannya, ada apa antara Pegi Setiawan sebagai seorang kuli bangunan dengan seorang polisi berpangkat Iptu saat itu? Apakah Polda Jabar ini jadi korban skenario Iptu Rudiana atau Polda Jabar juga bersama-sama melengkapi skenarionya?” sambungnya.

Iptu Rudiana dinyatakan tidak melanggar kode etik dalam kasus Vina Cirebon, namun Muchtar Effendi, kuasa hukum Pegi Setiawan, justru membantah hal tersebut.

“Kalau waktu itu ada Kabid Humas Polda Jabar, kalau tidak salah, dia bilang Rudiana sebagai bapaknya Eky tidak melanggar etik. Kalau kita bilang, ya memang tidak melanggar etik karena Rudiana sebagai orang tua Eky,” ujar Muchtar.

“Tapi kalau Iptu Rudiana ya pasti melanggar etik, karena dalam kelembagaan. Jangan bermain dengan kata-kata, jangan anggap kita masyarakat tidak paham dengan kata-kata,” tegasnya.