Kronologi Dua Pelaku Bom Bunuh Diri di Gereja Katedral Makassar

  • Bagikan
Imbau Warga Tak Sebar Konten Potongan Tubuh Bom Makassar

Menit.co.id – Bom bunuh diri meledak di pintu gerbang Gereja Katedral Makassar sekitar Pukul 10.20 WIB. Terduga pelaku dua orang mengendarai sepeda motor.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Argo Yuwono mengatakan, polisi telah mendeteksi dua orang terduga pelaku bunuh diri. Dia menggunakan sepeda motor matic bernomor polisi DD 5984 MD.

“Kita dapat informasi bahwa ada dua orang berboncengan menggunakan kendaraan roda dua jenis motor matic yang berpelat DD 5984 MD. Ini diduga dinaiki dua orang yang kemudian terjadi ledakan depan pintu gerbang gereja Katedral,” kata Argo dalam konferesi pers, Minggu (28/3).

Argo menjelaskan, awalnya pelaku diduga mengunakan roda dua memasuki pelataran pintu gerbang dari gereja. Kebetulan pada jam tersebut sudah selesai kegiatan misa.

“Kemudian karena melihat banyak yang keluar, dan saat ini sesuai prokes separuh dari jemaah yang hadir di gereja. Tentunya dari dua orang tadi dicegah oleh sekuriti gereja, kemudian terjadi ledakan,” jelas Argo.

Dari hasil olah TKP polisi, ditemukan sejumlah bagian tubuh diduga pelaku bom bunuh diri. Sementara, setidaknya ada 14 orang luka yang kini tengah dirawat di rumah sakit.

Pelaku Bom Bunuh Diri Perempuan

Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan Inspektur Jenderal Polisi Merdisyam saat dikonfirmasi, membenarkan adanya teror tersebut.

“Di jalan ada satu motor yang mau masuk ke dalam parkir tapi sempat ditahan oleh petugas gereja, saat itulah terjadi ledakan,” kata Merdisyam seperti dikutip Tempo.

Menurut dia, pelaku belum sempat turun dari sepeda motor ketika bom meledak, sehingga jasad menyatu dengan kendaraan. “Sempat ditahan sama petugas gereja, tapi masih kita lakukan pendalaman.”

Dari ledakan tersebut, ia menginformasikan pembawa bom diduga meninggal. “Saya belum tahu pelakunya,” katanya.

“Sementara data awal yang kita sampaikan satu korban tewas yang dipastikan sebagai pelaku bom bunuh diri dan 9 masyarakat yakni lima petugas gereja dan empat jemaat sedang dalam perawatan,” kata Merdisyam di lokasi kepada wartawan.

Lebih lanjut dia mengatakan pihaknya bersama Detasemen Khusus 88 sedang melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengumpulkan bukti di Gereja Katedral Makassar.

Di lokasi saat olah tempat kejadian perkara, kata Kapolda Sulawesi Selatan ini, pihaknya masih pengumpulan barang bukti bom bunuh diri Gereja Katedral.

“Jenis ledakannya sementara ini eksklusif yah karena daya ledakan cukup tinggi. Tapi kerusakan di gereja tidak ada, di jalan ada beberapa kendaraan yang rusak akibat ledakan,” ucap dia.

Saksi mata yang berada sekitar 50 meter dari titik ledakan di Gerbang Gereja Katedral Makassar menduga pelaku bom bunuh diri adalah seorang perempuan.

Saksi bernama Saele kepada Media Indonesia mengatakan, kesimpulan tersebut berdasarkan pada bentuk tubuh orang yang meninggal.

Saele yang bekerja sebagai penyuluh agama Islam Kemenag Makassar di Kecamatan Mamajang itu, sedang naik sepeda motor dengan istrinya dari arah Jalan Ahmad Yani menuju Pantai Losari ketika ledakan terjadi. Ia lalu mendekati sumber ledakan dan melihat.

Ringkasan

  • Bom bunuh diri terjadi di depan Gereja Katedral Makassar.
  • Pelaku belum sempat turun dari sepeda motor ketika bom meledak, sehingga jasad menyatu dengan kendaraan.
  • Pastor Wilhelmus Tulak pun memberi kesaksian terkait peristiwa serangan teroris tersebut.
  • Namun rupanya menurut pengakuan Pastor, gerak-gerik mencurigakan dua pelaku tersebut sudah terbaca petugas keamanan.
  • Saksi mata yang berada di dekat lokasi saat kejadian, menduga pelaku seorang perempuan.

Jaringan Bom Bunuh Diri di Makassar Sedang Didalami

Menteri Koordinator Polhukam Mahfud MD mengatakan, jaringan pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, sedang didalami. Mahfud meminta masyarakat tenang.

“Sekarang sedang dilakukan pendalaman terhadap jaringan pelaku,” kata Mahfud melalui akun Twitternya @mohmahfudmd, Minggu (28/3).

Mahfud meminta masyarakat tenang lantaran aparat sudah mengamankan lokasi. Kepolisian telah mengidentifikasi sebagai bom bunuh diri.

“Terkait dengan terjadinya bom di Makassar diharapkan masyarakat tenang. Aparat sudah mengamankan lokasi dan sekitarnya,” katanya.

“Info awal, itu adalah bom bunuh diri. Aparat sudah menemukan potongan-potongan tubuh 1 pelaku dan sepeda motor yang dipakai,” jelas Mahfud.

Presiden Kutuk Keras Aksi Terorisme di Gereja Katedral Makassar

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengutuk keras aksi terorisme di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, pada Minggu (28/3/2021).

“Terkait dengan kejadian aksi terorisme di pintu masuk Gereja Katedral Makassar, hari ini saya mengutuk keras aksi terorisme tersebut. Dan, saya sudah memerintahkan Kapolri untuk mengusut tuntas jaringan-jaringan pelaku dan membongkar jaringan itu sampai ke akar-akarnya,” kata Presiden Jokowi saat memberikan keterangan pers di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.

Presiden Jokowi secara tegas menyatakan, terorisme adalah kejahatan terhadap kemanusiaan dan tidak ada kaitanya dengan agama apapun. Semua ajaran agama menolak terorisme apapun alasannya.

“Seluruh aparat negara takkan membiarkan tindakan terorisme semacam ini dan saya meminta masyarakat agar tetap tenang menjalankan ibadah karena negara menjamin keamanan umat beragama untuk beribadah tanpa rasa takut,” katanya.

Pada kesempatan itu, Kepala Negara mengajak semua anggota masyarakat untuk bersama sama memerangi terorisme, memerangi radikalisme yang bertentangan dengan nilai-nilai agama.

“Nilai luhur kita sebagai bangsa yang menjunjung tinggi nilai-nilai ketuhanan dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebhinekaan,” tegasnya.

Ia mengajak masyarakat untuk mendoakan para korban luka-luka agar segera diberikan kesembuhan. “Dan, negara menjamin semua biaya pengobatan dan perawatan para korban,” kata Presiden Jokowi.

Kapolri: Masyarakat Tidak Usah Panik

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, meminta kepada seluruh masyarakat untuk tidak panik pasca-terjadinya aksi dugaan bom bunuh diri, di depan pintu gerbang Gereja Katedral, Jalan Kajaolalido, Makassar, Sulawesi Selatan. Saat ini, Polri sedang menyelidiki dan mendalami siapa pelaku tindakan teror itu.

“Kami sedang dalami dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), dan untuk masyarakat tidak perlu panik, kami sedang dalami pelakunya,” ujar Sigit, di Jakarta, Minggu (28/3/2021).

Dikatakan Sigit, Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri berkomitmen akan terus melakukan penindakan terhadap para kelompok teroris dan memberangus jaringannya.

“Masyarakat tidak perlu cemas dan khawatir. Negara hadir dan tidak akan kalah dengan aksi atau serangan teror apapun,” katanya.

Sementara itu, Kadiv Humas Polri Irjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, Kapolri telah memerintahkan agar tim Densus 88 Antiteror melakukan penyelidikan dan pendalaman terkait aksi dugaan bom bunuh diri itu.

“Terkait ini kegiatan terorisme atau bukan, tentunya diperintahkan bapak Kapolri bahwa siang ini Kepala Densus berangkat ke Makassar beserta tim, dan tentunya di Makassar juga sudah ada Korwil Densus di sana, dibantu oleh Serse Polda dan Polrestabes Makassar untuk melakukan olah TKP. Tentunya kita sudah menggelar police line di sana,” kata Argo.

Sebelumnya diketahui, peristiwa dugaan bom bunuh diri itu terjadi sekitar pukul 10.20 WITA, di depan pintu gerbang Gereja Katedral Makassar.

Polda Sulawesi Selatan, Polrestabes Makassar, Densus 88 Antiteror langsung meluncur, melakukan penyelidikan, investigasi, mengumpulkan bukti-bukti, dan mencari keterangan di lokasi. Diduga pelaku dugaan bom bunuh diri itu dilakukan dua orang mengendarai sepeda motor matik.

  • Bagikan