Meme Ibu Negara Viral, Ini Menurut Pakar Bahasa

Meme Ibu Negara Viral

Menit.co.id – Meme Ibu Negara Viral masih menjadi topik hangat yang dibahas oleh kalangan pengguna media sosial Twitter. Semua bermula dari unggahan Kharisma Jati.

Kejadian Meme Ibu Negara Viral ini mengudang reaksi dari publik hingga pakar bahasa. Pakar Forensik Bahasa Universitas Nasional Wahyu Wibowo turut merespon cuitan tersebut.

Menurutnya, terkait kicauan pemilik akun Twitter @KoprofilJati yang di duga menyindir Ibu Negara Iriana Joko Widodo.

Wahyu menjelaskan dalam penggunaan bahasa ada tiga unsur yang bisa di teliti. Pertama niat, wujud dan kesan atau respons yang muncul dari pembaca.

Menurutnya unggahan pemilik akun tersebut sudah memiliki niat untuk menghina dan memfitah. “Fitnah itu kan tuduhan tidak benar,” ujar Wahyu mengutip dari program KOMPAS TV, Sabtu (19/11).

Wahyu menambahkan di negera yang memiliki budaya yang besar, nilai Ibu sangat tinggi. Makanya konteks bahasa yang tidak etis dan cocok akan di jaga serta tidak diucapkan kepada Ibu.

Seseorang yang tidak menjaga bahasa kepada Ibu akan dinilai tidak memiliki etika. Bahkan bisa menjadi pemicu perpecahan dalam kebangsaan dan kenegaraan.

“Sobeknya persatuan dan kesatuan bangsa itu seperti ini gara-garanya, tidak memiliki etika,” ujar Wahyu. “Kebebasan kita berbatas dengan orang lain itu etika namanya,” sambung Wahyu.

Menurut Anda, Cuitan Kharisma Jati Menghina Kim Keon Hee atau Iriana? Cuitan komikus bernama Kharisma Jati kini di usut polisi karena di duga ada unsur pidana di dalamnya.

Pertanyaan tersebut muncul lantaran sebagian warganet menyoroti ketiadaan penulisan nama yang spesifik dalam cuitan Kharisma Jati via akun Twitter @KoprofilJati tanggal 17 November 2022.

Kharisma Jati memasang foto Ibu Negara Korea Selatan Kim Keon Hee (kiri) dan Ibu Negara Republik Indonesia Iriana Jokowi (kanan).

Penyebutan Kim Keon Hee terlebih dahulu ketimbang Iriana di sini semata-mata karena mengikuti cara baca layaknya tulisan alfabet dari kiri ke kanan.

Kharisma Jati memasang foto dua Ibu Negara itu dengan kalimat demikian:

“Bi, tolong buatkan tamu kita minum.”

“Baik, Nyonya.”

Kharisma Jati tidak menulis nama Kim Keon Hee ataupun Iriana dalam tulisannya. Cuitan tersebut sudah dihapusnya, akun Twitter @KoprofilJati juga sudah raib.

Namun, gambar tangkapan layar cuitan tersebut sudah kadung beredar.

Gibran Rakabuming, putra dari Jokowi dan Iriana, menanggapi cuitan yang memuat foto ibundanya itu. Kaesang Pangarep selaku adik Gibran juga mencuit via Twitter.

Kharisma Jati lewat Facebook-nya meminta maaf pada 17 November. Kharisma Jati sadar unggahannya menyinggung perasaan keluarga Jokowi dan lingkungan Kepresidenan RI.

Kini, Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri tengah mengusut cuitan Jati. Dugaan polisi, cuitan itu mengandung unsur pidana.

“Setiap kejadian yang di duga ada unsur tindak pidana, pasti kepolisian akan melakukan penyelidikan,” kata Brigjen Adi Vivid, mengutip dari detikcom.

Pembaca yang budiman, bila Anda melihat langsung cuitan Kharisma Jati untuk pertama kalinya (tanpa mengecek komentar netizen lain atau mengecek informasi lainnya di luar cuitan satu itu), menurut Anda unggahan tersebut menghina Ibu Negara Korsel Kim Keon Hee atau Ibu Negara RI Iriana? Sertakan pula alasan Anda.