Mengurai Kasus Dugaan Penyelewengan Dana Kemah Kemenpora

  • Bagikan
Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak terseret kasus hukum.

Menit.co.id – Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak terseret kasus hukum.

Dahnil dipanggil polisi terkait dugaan penyimpangan anggaran kegiatan kemah dan apel Pemuda Islam Indonesia yang dilaksanakan oleh Kemenpora RI tahun anggaran 2017. Dana Kemah itu sekarang sedang disoal.

Dahnil merasa ada yang janggal dengan kasus yang melibatkannya tersebut. Berikut uraiannya:

1. Polisi Gandeng BPK
Kegiatan Kemah Pemuda Islam Indonesia yang dilaksanakan oleh Kemenpora pada tahun 2017 ditengarai bermasalah. Hal ini terkait dengan dana acara tersebut yang diduga disalahgunakan.

Polisi kini tengah mengusutnya. Bahkan polisi menggandeng Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk mencari kerugian negara. Polisi telah menemukan potensi kerugian negara, meski belum disebutkan jumlah kerugian itu.

“Kita sudah kerjasama dengan BPK. Kita lagi berjalan, kan potensi kerugiannya sudah ada. Nanti ketahuan berapa nilainya,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Pol Adi Deriyan.

2. Penjelasan Dahnil Soal Dana Kemah
Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar memenuhi panggilan polisi terkait kasus dugaan penyimpangan anggaran kegiatan kemah tahun 2017. Dahnil menjelaskan kegiatan ini atas perintah Menpora Imam Nahrawai untuk meredam isu-isu agama. Sebab saat itu marak isu yang menyebut pemerintahan Jokowi anti Islam.

“Nah Pak Imam menyampaikan bagaimana caranya, supaya kemudian suasana itu menjadi lebih kondusif. Salah satu upaya yang ingin beliau lakukan, itu adalah mempersatukan secara simbolik antara GP Ansor dengan Pemuda Muhammadiyah maka Pak Imam waktu itu menawarkan dan mengajak bisa nggak, bikin kegiatan bersama yang difasilitasi oleh Menpora melibatkan GP Ansor dan Pemuda Muhammadiyah,” kata Dahnil.

3. Dana Rp 2 Miliar Dikembalikan ke Kemenpora
Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak telah mengembalikan uang sejumlah Rp 2 miliar ke Kemenpora. Kemenpora memberikan dana untuk kegiatan tersebut sebesar Rp 5 miliar.

Kucuran dana tersebut dari pengajuan dua proposal. Di mana satu proposal Rp 2 miliar dan satunya Rp 3 miliar.

“Dahnil mengembalikan Rp 2 miliar ke Kemenpora. Satu proposal itu ada yang 2 miliar ada yang Rp 3 miliar. GP Ansor kemarin sudah terklarifikasi, kita cek di Kemenpora segala macam. Tapi kami klarifikasi di lapangan ternyata kita temukan ada perbuatan malhukum, makanya kita lagi sidik dan itu kan udah gelar sama BPK juga,” kata Kasubdit Tipidkor Ditreskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Bhakti Suhendarwan.

4. Menpora Kaget Soal Dana Kemah
Kegiatan Kemah Pemuda Islam Indonesia yang dilaksanakan oleh Kemenpora berbuntut masalah hukum. Anggaran dana untuk kegiatan tersebut diduga disalahgunakan.

Mengetahui hal ini, Menpora Imam Nahrawai mengaku terkejut lantaran kegiatan itu atas inisiasinya. Apalagi kegiatan tersebut telah dilaksanakan tahun 2017.

“Tentu saya sangat terkejut sebab selama ini tidak menemukan adanya permasalahan pada kegiatan yang digelar tahun lalu,” kata Imam.

(merdeka)

  • Bagikan