Pesawat Kargo Trigana Air Tergelincir di Bandara Halim Perdanakusma

  • Bagikan
Pesawat Kargo Trigana Air
Pesawat kargo Trigana Air PSK YSF dengan rute Halim Perdanakusma - Makassar keluar dari runway (landasan pacu) saat mendarat di Bandara Halim Perdanakusma, Jakarta Timur, Sabtu (20/3/2021). (ANTARA FOTO/HO)

Menit.co.id – Pesawat kargo Trigana Air Boeing 737-500 tergelincir hingga keluar landasan saat mendarat sekitar pukul 11.26 WIB, di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu (20/3).

Pesawat Trigana Air berisi 2 pilot, 1 teknisi, dan 1 FOO (flight operation officer). Pesawat tergelincir setelah melakukan prosedur return to base atau kembali ke bandara asal keberangkatan.

Awalnya, pesawat tujuan Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar itu lepas landas sekitar pukul 11.53 WIB. Namun, selang dua menit pesawat tersebut melakukan prosedur return to base.

BACA : Boeing Disebut Rahasiakan Anomali Sensor Kecelakaan Lion Air

Executive General Manager Bandara Halim Perdanakusuma Marsekal Pertama (Pnb) Nandang Sukarna mengatakan tak lama setelah take off pilot memberi informasi pada petugas menara bandara bahwa ada gangguan pada mesin nomor 2.

Pesawat kemudian putar balik setelah mendapat izin dari menara kontrol. Pesawat kemudian melakukan pembuangan bahan bakar sebelum mendarat.

Namun, saat mendarat pada pukul 11.25 WIB, pesawat Trigana Air tergelincir ke arah kanan landasan. Badan pesawat tersebut kemudian menutupi landasan Bandara Halim Perdanakusuma.

Petugas ATC AirNav Indonesia Cabang Halim kemudian memberikan pelayanan darurat dan berkoordinasi dengan pihak Angkasa Pura II dan TNI AU Lanud Halim Perdanakusuma.

AirNav Indonesia kemudian menerbitkan NOTAM untuk penutupan Runway Bandar Udara Internasional Halim Perdanakusuma dengan nomor A0693/21. Akibatnya, sejumlah penerbangan terdampak insiden tersebut.

Beberapa penerbangan yang dijadwalkan mendarat dan terbang di Bandara Halim dialihkan ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

Pihak Angkasa Pura II kemudian mengaktifkan airport system dan mengevaluasi calon penumpang ke Bandara Soekarno-Hatta melalui jalur darat. Kementerian Perhubungan menyatakan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

7 Penerbangan Dialihkan

PT Angkasa Pura II (Persero) mengalihkan tujuh penerbangan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten pada hari ini, Sabtu (20/3).

Pengalihan penerbangan ini imbas pesawat Trigana Air Boeing 737-500 dengan nomor registrasi PK-YSF yang tergelincir sekitar pukul 11.26 WIB di Bandara Halim.

Tujuh penerbangan yang dialihkan yakni lima penerbangan dari maskapai Batik Air dan dua penerbangan dari maskapai Citilink. Tujuh penerbangan itu memiliki rute Jakarta-Malang, Jakarta-Palembang, Jakarta-Kualanamu, Jakarta-Maluku, dan Jakarta-Samarinda

BACA : Pilot Lion Air JT 610 Tak Punya Panduan Saat Kecelakaan Terjadi

“Untuk sementara waktu jika ada penerbangan dari dan ke Bandara Halim Perdanakusuma akan dialihkan ke Bandara Soekarno-Hatta,” kata Juru Bicara Angkasa Pura II Yado Yarismanto.

Yado mengatakan pengalihan dilakukan lantaran badan pesawat masih menghalangi landasan pacu di Bandara Halim. Proses evakuasi masih dilangsungkan, meski tidak ada korban jiwa.

Menurutnya, Bandara Halim harus ditutup sementara waktu untuk penerbangan sipil setelah Trigana Air tergelincir sesuai dengan NOTAM nomor A0693/21. Penutupan bandara berlangsung sejak pukul 12.30 WIB.

“Pesawat kargo Trigana Air Boeing 737-500 nomor registrasi PK-YSF tergelincir di runway, sehingga badan pesawat menutupi sejumlah area runway (blocked by aircraft])” ujarnya.

Yado menjelaskan pesawat Trigana Air yang tergelincir itu merupakan pesawat dengan muatan kargo yang berisi dua orang pilot, satu teknisi, dan satu FOO.

Sebelumnya kabar pesawat Trigana Air tergelincir di Bandara Halim disampaikan oleh Juru Bicara Menteri Perhubungan Adita Irawati. Pesawat kargo tersebut tergelincir hingga keluar landasan saat mendarat.

Pesawat Kargo Trigana Alami Gangguan Mesin

Pesawat Kargo Trigana Air mengalami gangguan mesin sebelum kembali ke landasan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur dan tergelincir keluar landasan pacu.

Executive General Manager Bandara Halim Perdanakusuma Marsekal Pertama (Pnb) Nandang Sukarna mengatakan pesawat kargo itu terbang dari Halim menuju Makassar, Sulawesi Selatan.

Pesawat lepas landas pada pukul 10.55 WIB. Tak lama kemudian, pilot memberi informasi pada petugas menara bandara bahwa ada gangguan pada mesin nomor 2.

“Jadi ada single engine number 2, terus fail,” kata Nandang saat dihubungi CNNIndonesia.com melalui sambungan telepon, Sabtu (20/3).

Pilor Trigana Air kemudian memutuskan untuk kembali ke landasan atau return to base. Posisi saat ini pesawat sudah cukup tinggi. Pilot kemudian membuang bahan bakar di udara untuk mengurangi risiko pesawat terbakar saat ada insiden mendarat.

Pesawat kemudian mendarat di landasan Bandara Halim Perdanakusuma namun gagal dan tergelincir hingga keluar landasan.

“Terus landing tapi mungkin gagal landing-nya sehingga tergelincir ke sebelah kiri runway,” kata Nandang.

Akibat peristiwa itu, landasan pacu Bandara Halim Perdanakusuma ditutup mulai dari pukul 11.30 WIB hingga pukul 16.00 WIB. Semua penerbangan setelah tergelincirnya Trigana Air dialihkan ke bandaara Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten.

“Kita mengaktifkan airport system di PT Angkasa Pura 2, yang dari Halim ke CGK kita evakuasi dengan kendaraan darat,” kata Nandang.

  • Bagikan