Polda Riau Amankan Sembilan Tersangka Kasus Karhutla

  • Bagikan
Polda Riau Amankan 9 Tersangka Kasus Karhutla
Aparat kepolisian Polda Riau ikut memadamkan karhutla di wilayah Riau. (Foto: MI/Rudi Kurniawansyah)

Menit.co.id – Polda Riau amankan sembilan tersangka kasus kebakaran hutan dan lahan (larhutla) yang menghanguskan sekitar 25,75 hektare lahan di enam daerah. Para pembakar merupakan tersangka perorangan yang saat ini sudah dilakukan penahanan.

“Polda Riau komitmen melakukan penegakan hukum secara tegas bagi pelaku pembakaran hutan dan lahan baik perorangan maupun korporasi,” kata Kapolda Riau Irjen Agung Setya Imam Effendi, Selasa, 16 Maret 2021.

Ia menjelaskan kasus itu tersebar pada beberapa wilayah yaitu satu kasus di Polres Meranti dengan satu tersangka inisial ZUL. Kemudian tiga kasus di Bengkalis dengan tiga tersangka; MIS, SAN, dan YUN.

BACA : Polda Riau Tetapkan 8 Orang Petani Jadi Tersangka Karhutla

Selanjutnya dua kasus di Dumai dengan dua tersangka PET dan FIK. Lalu satu kasus di Kampar dengan satu tersangka EDO, satu kasus di Indragiri Hilir dengan satu tersangka MAS, serta satu kasus di Pelalawan dengan satu tersangka SUR.

Agung mengungkapkan, Polda Riau telah melakukan pemeriksaan terhadap 14 saksi serta tujuh ahli.

“Sementara yang masih tahap penyelidikan yakni kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di kelurahan Lubuk Gaung, Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai. Saat ini dalam proses pemenuhan alat bukti untuk ditingkatkan ke tahap penyidikan,” terang Agung.

Menurutnya, para tersangka membakar lahan dengan terlebih dahulu melakukan pembersihan dengan cara menebas semak belukar. Setelah ditebas kemudian dibiarkan hingga kering hingga selanjutnya dilakukan pembakaran.

“Pembakaran dilakukan agar mempercepat proses pembersihan lahan milik para tersangka,” tegasnya.

Ia menambahkan para tersangka dijerat Pasal 108 Jo Pasal 69 Ayat (1) huruf h UU RI Nomor 32 Tahun 2009, tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dengan pidana penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 10 tahun dan denda paling sedikit Rp3 miliar dan paling banyak Rp10 miliar.

BACA : Polri Sebut Total Tersangka Karhutla 185 Orang dan 4 Korporasi

Kemudian juga disangkakan Pasal 108 Jo Pasal 56 Ayat (1) UU RI Nomor 39 Tahun 2014, tentang Perkebunan dengan pidana penjara lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp10. miliar.

Lalu Pasal 78 Ayat (3) Jo Pasal 50 Ayat (3) huruf d UU Nomor 41 Tahun 1999, tentang Kehutanan dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp5 miliar.

“Harapan saya ke depan masyarakat harus benar-benar paham bahwa pembukaan lahan dengan cara membakar adalah sesuatu yang dilarang. Karena penyebab terjadinya karhutla adalah akibat ulah manusia yang membakar,” jelas Agung.

Agung menambahkan Polri bersama TNI dan Satgas Karhutla di lapangan mendeteksi api dan melakukan tindakan secepat mungkin untuk memadamkannya. Namun, karhutla akan terus berlanjut dari tahun ke tahun bila tidak ada kesadaran dari para perilaku pembakar.

“Penegakan hukum akan jalan terus, pantang mundur. Semoga kita tetap bisa melihat langit biru di Provinsi Riau ini,” terang dia.

  • Bagikan