Polda Riau Tengah Menangani 17 Kasus Kebakaran Hutan

  • Bagikan
Polda Riau Tengah Menangani 17 Kasus Kebakaran Hutan
Aparat kepolisian Polda Riau ikut memadamkan karhutla di wilayah Riau. (Foto: MI/Rudi Kurniawansyah)

Menit.co.id – Kepolisian Daerah Riau (Polda Riau) hingga saat ini tengah menangani 17 kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Bumi Lancang Kuning.

Dari 17 kasus kebakaran hutan dan lahan tersebut tercatat ada 253,79 hektar lahan terbakar.

Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto menjelaskan dari 17 kasus kebakaran hutan dan lahan itu, pihaknya telah menetapkan sebanyak 19 orang menjadi tersangka.

“2 kasus tahap I, 4 kasus masih dalam sidik dan 11 kasus sudah tahap II,” terangnya, Senin (26/07).

Dirincinya, kasus terbanyak ditangani oleh Polres Inhil dan Polres Bengkalis. Dimana masing-masing menangani 3 kasus dengan 3 orang tersangka.

Kemudian, disusul oleh Polres Rohil, Kampar dan Polres Dumai yang masing – masing menangani 2 kasus dengan 2 orang tersangka.

Untuk Ditreskrimsus Polda Riau, Polres Siak, Polres Meranti, dan Polres Pelalawan masing – masing menangani 1 kasus dan 1 tersangka.

Sementara Polres Rokan Hulu menangani 1 kasus dengan 3 orang tersangka.

Sedangkan di tiga jajarannya yang lain yakni di Polres Inhu, Polresta Pekanbaru dan Polres Kuansing belum terdapat kasus karhutla.

Untuk diketahui, semua tersangka dari perorangan belum ada yang dari perusahaan.

Polisi Tetapkan 3 Tersangka Kebakaran Hutan Lindung Bukit Suligi

Polisi menetapkan 3 orang tersangka dalam kasus kebakaran hutan dan lahan di hutan lindung Bukit Suligi, Desa Kumain, Kecamatan Tandun, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau.

Ketiganya sempat diperiksa intensif sebagai saksi usai diamankan saat kebakaran terjadi.

“Iya benar. Ketiganya sudah ditingkatkan statusnya jadi tersangka. Mereka inisial KA (45), SR (45), dan ED (46),” ujar Kapolres Rohul AKBP Taufiq Lukman Nurhidayat Jumat (23/7).

Menurut Taufiq, ketiga pelaku ditetapkan sebagai tersangka karena menebang dan membakar hutan lindung. Dari keterangan mereka, polisi melakukan pengembangan terhadap pelaku perusak hutan lainnya.

“Kami masih melakukan pengembangan lagi. Penyidik reskrim akan kembali melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara),” ujar dia.

Taufiq menyebutkan, dari hasil pemeriksaan awal, lokasi kebakaran itu memang statusnya masuk kawasan hutan lindung. Polisi juga menyita barang bukti yang diamankan masih berupa potongan kayu bekas terbakar.

Taufiq belum mau berspekulasi apakah pelaku merambah dan membakar hutan untuk ditanami sawit. Sebab, polisi masih harus mendapat sejumlah barang bukti lainnya.

Sebelumnya diberitakan, kebakaran terjadi di Kawasan Hutan Lindung Bukit Suligi di Dusun Kumain, Desa Kumain, Kecamatan Tandun, Kabupaten Rokan Hulu Riau. Sejumlah petugas gabungan TNI-Polri dan BPBD masih berjibaku melakukan pemadaman.

BPBD Riau, mengerahkan 1 unit helikopter untuk melakukan water boombing (bom air) di lokasi kejadian.

“Kebakaran di Bukit Suligi sudah kita lakukan 50 kali water bombing, dan sekarang water bombing masih terus jalan melakukan pemadaman agar api benar-benar padam,” katanya.

Upaya pemadaman Karhutla di Hutan Lindung Bukit Suligi melalui water Bombinng dimulai sejak Kamis kemarin sekitar pukul 7.00 Wib. Helikopter mengambil air dari sebuah danau yang berjarak sekitar 1 km dari lokasi kejadian.

Sebelumnya, upaya pemadaman karhutla di Hutan Lindung Bukit Suligi terkendala sulitnya akses menuju lokasi serta tidak adanya sumber air.

Petugas gabungan yang terdiri dari TNI-Polri, BPBD serta masyarakat setempat hanya bisa melakukan pemadaman secara manual sejak Selasa malam.

  • Bagikan