Polisi Tembak Seorang Warga Purnama Mengamuk di Bank BNI 46 Dumai

  • Bagikan
Margono (44), warga Jalan DR. Wahidin, Kelurahan Purnama, Kecamatan Dumai Barat yang sehari-hari berjualan minuman bandrek dihadiahi timah panas oleh polisi lantaran mengamuk di Bank BNI Dumai dengan menggunakan senjata tajam.

Menit.co.id – Margono (44) warga Jalan Dr. Wahidin, Kelurahan Purnama, Kecamatan Dumai Barat, harus berurusan dengan aparat kepolisian lantaran perbuatannya melakukan pengrusakan dan pengancaman di Bank BNI 46 Dumai, Senin (11/3/19) pagi.

Kapolres Dumai AKBP Restika P Nainggolan, kepada media ini menerangkan bahwa tersangka datang ke kantor BNI 46 Dumai menggunakan sepeda motor Vario dan langsung masuk ke kantor BNI 46 menuju meja Teler 3 langsung mengeluarkan parang.

“Kalau mau selamat kalian keluarkan semua,” begitu bunyi bentakan tersangka Margono sembari mengayunkan parang tersebut ke meja Teler 3. Melihat aksi tersangka, kata Restika, karyawan bank yang berada di Teler 3 berusaha melarikan diri.

“Tersangka mengeluarkan minyak dalam jerigen lalu disiramkan ke meja Teler 3 dan lantai. Tersangka juga merobek-robek slip penarikan dan setoran yang berada di lobi Bank BNI 46 Dumai, serta merusak komputer dan kursi nasabah,” kata Restika.

Melihat aksi tersangka yang membahayakan nyawa orang, kata dia, petugas Security langsung melapor ke kepolisian yang sedang bertugas melaksanakan Pam Bank BNI. Tidak butuh waktu lama, anggota Polres Dumai berhasil melumpuhkan tersangka.

“Anggota kita pertama kali mengeluarkan tembakan peringatan agar tersangka menyerahkan diri. Tembakan peringatan tak digubris tersangka, lalu anggota kita menembak kaki sebelah kiri tersangka dan akhirnya berhasil dilumpuhkan,” ujarnya.

Lanjutnya, setelah berhasil melumpuhkan tersangka petugas langsung mengamankan tersangka ke mobil patroli untuk dibawa ke RSUD Dumai guna perawatan medis. “Usai ditembak tersangka langsung dibawa ke rumah sakit,” katanya.

Untuk mengetahui motif apa yang dilakukan tersangka, kata Restika, masih dalam pendalaman dan memeriksa saksi dari pihak keluarga serta meminta ahli dari kejiwaan. “Yang jelas kita masih dalam pengembangan atas kasus ini,” pungkasnya.

Sebagai data pendukung, Margono sehari-hari bekerja sebagai penjual minuman bandrek. Informasinya Margono mengajukan pinjaman dana ke Bank BNI 46 Dumai. Lantaran pinjaman tidak dikeluarkan, Margono lantas mengamuk dengan menggunakan parang dan bensin.

Sumber: Riau Headline

  • Bagikan