Polisi Usut Kasus Bullying SMP Plus Baiturrahman Bandung

Bullying SMP Plus Baiturrahman

Menit.co.id – Polisi usut kasus Bullying SMP Plus Baiturrahman Bandung, Jawa Barat, yang sedang viral di berbagai media sosial akhir-akhir ini.

Pihak kepolisian juga siap menindaklanjutinya laporan orangtua korban perundungan atau bullying di SMP Plus Baiturrahman, Kota Bandung tersebut.

Polisi mengaku telah memanggil terduga pelaku, termasuk sejumlah saksi untuk mengungkap perilaku tak terpuji yang menyedot perhatian warganet.

“Saksinya sementara ini ada empat atau lima orang dari hasil sementara atau interogasi sementara. Terduga pelaku sementara ini baru satu orang,”kata Kompol Karyaman.

“Mungkin yang jadi saksi juga bisa saja hasil pengembangan bisa saja jadi tersangka, ke depannya,” tutur Kapolsek Ujungberung, Kompol Karyaman, Sabtu (19/11).

Meski begitu, pihaknya belum bisa memastikan pelaku bullying tersebut. Pasalnya, pemeriksaan saksi masih terus berjalan dan hasilnya belum belum bisa disampaikan kepada publik.

“Jadi baik korban maupun saksi-saksi lain atau rekan-rekan korban termasuk yang diduga pelaku itu sudah kita minta keterangan dan kita amankan di Polsek untuk menjelaskan perkaranya,” katanya.

Karyawan menyatakan, pihaknya siap mengusut keinginan orang tua korban yang saat ini memilih menempuh jalur hukum atas perlakuan bullying yang menimpa anaknya.

Termasuk jika pihak korban dan pelaku memilih mediasi. “Proses hukum atau ada upaya lain karena tidak menutup kemungkinan ada upaya lain, yang penting kita sudah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan maupun penyidikan nanti. Mediasi ke depannya juga ya silakan, tidak menutup kemungkinan di samping melihat korban tidak fatal lukanya, Alhamdulillah,” jelasnya.

Sebelumnya, orang tua korban aksi perundungan atau bullying di SMP Plus Baiturrahman, Kota Bandung secara tegas menyatakan, memilih jalur hukum terkait peristiwa yang menimpa anaknya.

Yudarmi, ayah korban mengaku kecewa sekaligus terpukul atas perlakuan tak terpuji yang diterima anaknya itu. Terlebih, kata dia, anaknya pun kini mengalami trauma.

“Lanjut membuat laporan polisi,” tegas Yudarmi. Saat di singgung soal mediasi, Yudarmi kembali menegaskan bahwa dia dan keluarganya tetap memilih melaporkan peristiwa yang dialami anaknya itu kepada polisi.

“Ini sedang membuat pengantar untuk visum, tetap jalur hukum,” tegasnya lagi.

Diketahui, warga kembali digegerkan kabar aksi perundungan atau bullying yang disebutkan menimpa salah satu siswa SMP di Kota Bandung.

Bahkan, akibat perlakuan bullying yang diterimanya, korban juga disebutkan pingsan hingga harus dilarikan ke rumah sakit. Kabar aksi bullying tersebut terekam kamera video dan menyebar luas di media sosial (medsos).

“Bullying di SMP Plus Baiturrahman, Bandung. Kejadian siang ini pada jam sekolah. Korban adalah keluarga kawan saya, dilarikan ke RS setelah pingsan. @disdik_bandung @RESTABES_BDG,” tulis pengunggah video.