Polrestabes Pekanbaru Amankan 79 Preman Lakukan Pungutan Liar

  • Bagikan
Polrestabes Pekanbaru Amankan 79 Preman Lakukan Pungutan Liar
Polrestabes Pekanbaru Amankan 79 Preman Lakukan Pungutan Liar

Menit.co.id – Jajaran Polrestabes Pekanbaru berhasil mengamankan 79 pria diduga terlibat aksi premanisme. Mereka diduga melakukan pungutan liar di sejumlah tempat di Kota Pekanbaru.

Kapolrestabes Pekanbaru Kombes Nandang Mu’min Wijaya, mengatakan tidak ada tempat bagi aksi premanisme di Pekanbaru. Pelaku diamankan bersama barang bukti berupa senjata tajam jenis pisau, barang mirip senjata api serta uang tunai Rp1,9 juta lebih.

“Sebanyak 79 preman ini kita amankan dari 30 lokasi di Pekanbaru. Ini sebagai tindak lanjuti perintah Kapolri dalam menumpas aksi premanisme dan pungutan liar,” ujarnya, Minggu (13/6).

Penangkapan para pelaku aksi premanisme dimulai sejak Jumat 11 Juni 2021. Seluruh jajaran Polsek di Pekanbaru menciduk 79 orang atas dugaan terlibat premanisme selama 2 hari.

“Dari jumlah itu, 11 orang ditangkap oleh jajaran Sat Intelkam, Sat Reskrim dan Sat Narkoba. 13 Preman diamankan Sat Sabhara dan Sat Lantas di Jalan Tuanku Tambusai, Soekarno-Hatta dan Jalan Arifin Achmad,” jelasnya.

Kemudian untuk 8 orang ditangkap jajaran Polsek Pekanbaru Kota, 4 orang diamankan oleh Polsek Limapuluh, 11 di Polsek Tampan, 7 orang di Polsek Bukit Raya, 2 orang oleh Polsek Sukajadi, 5 oleh Polsek Rumbai Pesisir.

Kemudian, 4 orang oleh Polsek Payung Sekaki dan 1 orang oleh Polsek Tenayan Raya. Lalu tiga orang dibekuk oleh jajaran Polsek Senapelan serta 8 orang oleh Polsek Rumbai.

“Penangkapan di lokasi berbeda, ada yang ditangkap di jalan, tempat keramaian, pusat perbelanjaan dan lokasi lainnya,” tegas perwira menengah jebolan Akpol 1997 ini.

Menurut Nandang, upaya pemberantasan aksi preman tersebut tidak akan berhenti sampai di sini saja. Seluruh jajaran Polresta Pekanbaru akan terus melakukan perburuan.

“Mereka diduga melakukan pelanggaran dengan sejumlah modus, antara lain melakukan pemalakan, pemerasan, pengancaman serta pungutan liar (Pungli). Tentunya ini sangat meresahkan. Mereka beroperasi di sentra ekonomi, pertokoan, pasar, fasilitas publik dan sebagainya,” pungkas Nandang.

  • Bagikan