Propam Lidik Napoleon Kasus Penganiayaan Muhammad Kace

  • Bagikan
Muhammad Kace

Menit.co.id – Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam), Inspektur Jenderal (Irjen) Ferdy Sambo mengatakan, akan memeriksa Irjen Napoleon Bonaparte terkait kasus dugaan penganiayaan kepada Muhammad Kace di dalam Rumah Tahanan Bareskrim Polri.

Di duga, Muhammad Kace mendapatkan sejumlah pukulan dan lumuran kotoran manusia oleh Napoleon Bonaparte sesama penghuni rutan.

Ferdy bilang, pemeriksaan itu akan di lakukan karena Napoleon masih menjabat sebagai perwira aktif Polri.

Meski majelis hakim telah menghukum Napoleon selama empat tahun penjara karena telah membantu kepentingan Joko Soegiarto Tjandra di Indonesia.

Saat ini, Propam Polri sudah menyiapkan Komisi Kode Etik terhadap Irjen Napoleon. Nasib Irjen Napoleon Bonaparte sebagai anggota polisi akan di tentukan usai adanya putusan hukum berkekuatan tetap.

“Komisi Kode Etik Polri sudah mempersiapkan sidang komisi etik terhadap Irjen NB setelah inkrah di pengadilan. Karena NB mengajukan kasasi,” kata Sambo, kepada wartawan, Senin (20/9).

Propam Polri Periksa Petugas Jaga Rutan

Dalam kasus penganiayaan itu, Sambo menjelaskan, Propam Polri juga memeriksa petugas jaga rutan. Sambo mengatakan, petugas jaga Rutan Bareskrim di duga tidak melaksanakan tugas dengan baik saat penganiayaan itu terjadi.

“Proses penyidikan telah di lakukan oleh Dittipidum. Propam Polri telah memeriksa petugas jaga tahanan yang di duga tidak melaksanakan tugas dengan baik. Sehingga terjadi penganiayaan di dalam sel tahanan,” tambah Sambo.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigadir Jenderal (Brigjen) Andi Rian Djajadi mengatakan, telah mendapatkan hasil visum et repertum (VER) Muhammad Kace.

Hasil itu menunjukkan, ada luka lebam di wajah dan bagian pinggang akibat pukulan.

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri, Irjen Argo Yuwono mengatakan, hingga saat ini, tim penyidik sudah memeriksa enam orang saksi. Polisi juga sudah memeriksa Muhammad Kace.

“Hari ini ada tujuh orang lagi yang di minta keterangan termasuk empat petugas jaga tahanan waktu itu. Pemeriksaan itu untuk melihat seperti apa kronologi peristiwa pidananya,” tutur Argo.

Sebagai informasi, Muhammad Kace melaporkan Napoleon atas dugaan penganiayaan ke Bareskrim pada 26 Agustus 2021.

Di duga, terjadi saat Muhammad Kace baru di tangkap oleh polisi dan di jebloskan ke rutan. Dia lantas di pukuli oleh Napoleon saat tengah menjalani masa isolasi.

Perwira tinggi Polri yang menjadi terdakwa dalam kasus penerimaan suap pengurusan red notice buronan Joko S Tjandra itu mengatakan, pemukulan di lakukan karena merasa kecewa dengan konten-konten Kace yang menyinggung agama Islam.

  • Bagikan