Saksi Misterius Sebut Ada Dugaan Mark Up Anggaran Kemah Pemuda di Kemenpora

  • Bagikan
Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak terseret kasus hukum.

Menit.co.id – Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, terus mendalami kasus dugaan tindak pidana korupsi berupa penyimpangan penggunaan anggaran, terkait kegiatan kemah dan apel pemuda Islam Indonesia yang digelar Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kempora) beserta organisasi kepemudaan. Penyidik telah memeriksa saksi yang menyatakan ada dugaan mark up penggunaan anggaran.

“Penyidik sudah memeriksa beberapa saksi yang menyatakan bahwa, saksi itu ada memberikan keterangan adanya dugaan mark up. Sudah kita lakukan pemeriksaan (saksi) di Yogyakarta,” ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono, Selasa (27/11).

Menyoal siapa saksi yang memberikan keterangan itu, Argo enggan mengungkapkan identitas dan pekerjaannya. “Nanti kita lihat di pengadilan saksi siapa ya. Yang penting kita sudah ada beberapa saksi kita periksa, dan ada potensi diduga penggunaan anggaran yang tidak sesuai dengan fakta,” ungkapnya.

Diketahui, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, tengah menyelidiki kasus dugaan tindak pidana korupsi berupa penyimpangan penggunaan anggaran, terkait kegiatan kemah dan apel pemuda Islam Indonesia yang digelar Kementerian Pemuda dan Olahraga beserta organisasi kepemudaan, di Candi Prambanan, Yogyakarta.

Penyidik sendiri telah menaikan status kasus dugaan penyimpangan penggunaan anggaran itu dari penyelidikan ke tingkat penyidikan berdasarkan hasil gelar perkara dan audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang menyebut ada kerugian negara.

Penyidik sebelumnya telah memanggil dan memeriksa sejumlah saksi untuk dimintai keterangannya terkait kasus ini. Mereka adalah Abdul Latif dari Kempora, Ahmad Fanani dari Pemuda Muhammadiyah, Safarudin dari GP Ansor, dan Dahnil Anzar.

(BeritaSatu)

  • Bagikan