SPT Jadi Alat Dugaan Perselingkuhan 2 Oknum ASN DKPP Dumai

    Kamis, 23 April 2020 - 11:25 Editor : Redaksi Dibaca : 634 Views

    Menit.co.id – Dugaan perselingkuhan bisa menimpa siapa saja, termasuk Aparatur Negeri Sipil (ASN). Namun jika ASN melakukan tindakan itu, sanksi tegaspun menanti mereka.

    Dugaan perselingkuhan terkuak setelah adanya laporan dari MS, suami yang meresa ada gejanggalan terhadap istrinya ND yang bekerja sebagai ASN Dinas Ketahanan Pangan dan Pertaninan (DKPP) Kota Dumai.
    MS menduga istrinya ND ada ‘main serong’ dengan ALK yang merupakan seorang Kabid pada Dinas KPP Dumai. Hal itu dilandasi adanya dugaan Surat Perintah Tugas (SPT) fiktif.
    ALK, Kabid di DKPP Dumai selama bulan Maret 2020 mengeluarkan sebanyak 5 SPT untuk tujuan dalam kota dan luar kota. Dalam SPT itu istri MS, yang merupakan bawahan ALK masuk dalam surat perintah tersebut.
    MS juga merincikan SPT istrinya ND yang menjabat sebagai Kasi dibawah ALK, Kabid di DKPP Dumai.
    SPT Nomor: 18.08/DKPP-B/III/2020 tanggal 4 Maret 2020 tujuan untuk melakukan koordinasi dan konsultasi tentang kegiatan dekonsentrasi kegiatan APBN 2020 di Dinas Pangan Tanaman Pangan dan Hultikultura Provinsi Riau Pekanbaru selama 2 hari tanggal 5/6 Maret 2020.
    Setelah ditelusuri ke Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Riau terkait surat ber nomor: 18.08/DKPP-B/III/2020 menyebutkan bahwa tahun anggaran 2020 sejak Januari hingga Maret 2020 belum ada melakukan kegiatan.
    Kecurigaan sang suami semakin kuat terhadap terlapor ALK Kabid di DKPP karena bepergian berdua dengan istrinya ND dibungkus dengan Surat Perintah Tugas (SPT).
    Tak sanggup menahan, MS pun membuat laporan yang ditujukan kepada Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertaninan Kota Dumai terhadap ulah oknum ASN berinisial ALK dan istrinya ND. Pelapor juga membuat laporan kepada Walikota C/Q. APIP Inspektorat Kota Dumai
    Menindaklanjuti dugaan tersebut media ini, Kamis (23/4/20) mengkonfirmasi kepada Kepala DKPP Dumai Hadiono perihal SPT Fiktif. “Itu benar dan tidak fiktif. Saya sudah konfrontir bahwa kegiatannya ada,” jawabnya.
    Kemudian menyangkut diluar kedinasan, Hadiono tidak mau mengomentari. “Kalau menyangkut individu saya tidak mau mengomentari, karena itu menyangkut urusan keluarga dan diluar kedinasan,” katanya.
    Hadiono selaku Kepala DKPP Dumai sudah memanggil 2 ASN tersebut mengkonfrontir atas laporan dari MS, yang merupakan suami dari ND. “Keduanya sudah saya panggil dan saya minta membuat surat pernyataan diatas materai,” terangnya.
    Pihaknya juga sudah menandatangani surat untuk membalas laporan dari MS. “Surat balasan sudah saya tandatangani dan akan kita kirim ke bersangkutan secepatnya,” kata Hadiono.



    Komentar Pembaca:

    Menit.co.id sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.