Sri Wahyumi Maria Manalip Masuk Penjara Lagi, Ini Kronologinya

Sri Wahyumi Maria Manalip

Menit.co.id – Sri Wahyumi Maria Manalip baru saja menghirup udara bebas dan langsung kembali di tangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sri Wahyumi Maria Manalip lagi-lagi harus menghabiskan waktu demi waktunya di balik jeruji. Usut punya usut, rupanya ada kasus lain yang menjeratnya.

Mantan Bupati Kepulauan Talaud itu sebelumnya terjaring operasi tangkap tangan atau OTT KPK pada 2019 karena menerima suap dari pengusaha.

Si pengusaha bernama Bernard Hanafi Kalalo menyuap Sri agar mendapatkan jatah penggarapan proyek di Talaud. Ada perantara yang merupakan tim sukses Sri, namanya Benhur Lalenoh.

Sri Wahyumi di nyatakan menerima barang mewah dari Bernard senilai total Rp 491 juta. Ada telepon satelit, tas mewah Balenciaga dan Chanel, jam Rolex, serta perhiasan puluhan juta.

Singkatnya, Sri Wahyumi di jatuhi hukuman 4 tahun 6 bulan penjara. Namun vonis itu di korting Mahkamah Agung (MA) menjadi 2 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 6 bulan kurungan.

Kronologi KPK Tangkap Kembali Sri Wahyumi Maria Manalip

Hukuman 2 tahun itu di lalui Sri Wahyumi di Lapas Klas IIA Tangerang. Tercatat pada 29 April 2021, Sri Wahyumi bebas dari sel.

Ternyata di hari yang sama itu, Sri Wahyumi langsung di jemput paksa KPK. Usut punya usut, ada perkara lain yang menanti Sri Wahyumi.

“Betul, Saudari Sri Wahyuni Manalip di lakukan penyidikan terkait dengan perkara korupsi lainnya. Yang bersangkutan dulu tersangkut perkara korupsi berupa suap dan sudah menjalani vonis,” kata Ketua KPK Firli Bahuri, Kamis (29/4/2021).

Di hari itu pula KPK menjelaskan mengenai duduk perkara yang menjerat Sri Wahyumi. Sri Wahyumi di duga menerima gratifikasi Rp 9,5 miliar terkait dengan proyek infrastruktur.

Masuk Penjara Lagi

Singkat cerita proses hukum kembali di jalani Sri Wahyumi lagi. Di Pengadilan Tipikor Manado, Sri Wahyumi di jatuhi hukuman 4 tahun penjara.

Ia di denda sebesar Rp 200 juta subsider 3 bulan dalam kasus gratifikasi terkait proyek pekerjaan infrastruktur di Kabupaten Kepulauan Talaud pada 2014-2017.

Selain itu, Sri Wahyumi turut di wajibkan membayar uang pengganti senilai Rp 9,3 miliar.

Vonis itu telah berkekuatan hukum tetap atau inkrah. KPK pun mengeksekusi vonis itu dengan membawa Sri Wahyumi ke Rutan Kelas II A Manado.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, Jaksa eksekusi Dormian telah selesai melaksanakan putusan yang berkekuatan hukum tetap dengan terpidana Sri Wahyumi Maria Manalip.

“Terdakwa kembali di memasukkan ke Rutan Kelas II A Manado untuk menjalani pidana penjara selama 4 tahun,” kata kepada wartawan, Jumat (11/2/2022).

Eksekusi tersebut berdasarkan putusan Pengadilan Tipikor pada PN Manado Nomor: 22/Pid.Sus/TPK/2022 PN. Mnd tanggal 22 Januari 2022. Eksekusi itu telah di laksanakan pada 10 Februari 2022.