Terungkap Kembali Kasus Prostitusi Online Apartemen Kalibata City

  • Bagikan
Prostitusi Online Apartemen Kalibata City

Menit.co.id – Polisi berhasil ungkap kasus prostitusi online di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan. Kasus prostitusi menjadi catatan buruk Apartemen Kalibata City.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta manajemen Kalibata City serius mencegah Kasus Prostitusi Online di lingkungannya.

“Untuk mencegah kasus serupa, hemat saya, perlu perbaikan manajemen agar ke depan tak terjadi lagi. Kasus ini bukan pertama. Jadi perlu upaya serius untuk pencegahan,” kata Ketua KPAI Susanto.

Komisioner KPAI lainnya, Ai Maryati Solihah, menilai perlu ada penanganan khusus untuk memberantas prostitusi di Apartemen Kalibata City. Sebab, prostitusi di sana hilang dan timbul.

“Perlu ada penanganan khusus di Apartemen Kalibata City, seperti lokalisasi terselubung. Beberapa kali terkuak, hilang, terjadi lagi,” ucap Maryati.

Menurut Maryati, KPAI pernah memanggil manajemen Apartemen Kalibata City terkait kasus serupa. Pihak Kalibata City pun kooperatif memenuhi panggilan KPAI.

“Mereka kalau dengan kami menyampaikan, ‘Kami punya visi, kami menghendaki lingkungan bersih’. Kami undang ke KPAI, mereka datang,” ungkap Maryati.

Maryati menduga penyebab masih adanya prostitusi di Apartemen Kalibata City adalah ada celah. Dia menyarankan agar manajemen ikut mengintervensi perihal sewa-menyewa apartemen.

“Mungkin karena ada celah, antarpemilik (hunian) atau brokernya yang harus saling terbuka. Yang harus intervensi manajerial,” sebutnya.

Bongkar Praktik Prostitusi Online Apartemen Kalibata City

Sebelumnya, Polres Jakarta Selatan membongkar praktik prostitusi online terhadap anak di bawah umur di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan. Ada lima muncikari yang di tangkap.

Peristiwa ini di duga di ketahui tanggal 4 Oktober 2021. Ini melibatkan dua orang korban anak dengan umur 16 tahun, perkiraan sekitar kelas II SMA, di bawah umur.

“Berikutnya di duga di lakukan oleh lima orang pelaku,” kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Azis Andriansyah dalam jumpa pers di Polres Jakarta Selatan, Rabu (13/10/2021).

Kelima muncikari itu adalah CD (25) sebagai pengantar-jemput korban atau joki, FH (18) yang menjual korban via online, AM (36) sebagai penyewa apartemen penampung korban.

Kemudian, AL (19) sebagai jual via online dan DA (19) sebagai penjual korban via online. Kasus protitusi online di Indonesia tengah mendapat penanganan serius dari pihak kepolisian.

  • Bagikan