Tindak Lanjuti Laporan MAKI, Jampidsus Usut Oknum Imigrasi

  • Bagikan
Jampidsus Usul Oknum Imigrasi Bantu Buronan Adelin Lis
Terpidana kasus pembalakan liar Adelin Lis. ANTARAFOTO/Hafidz Mubarak A

Menit.co.id – Direktur Penyidikan Jampidsus pada Kejaksaan Agung, lidi dugaan keterlibatan oknum Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM.

Lidik yang di lakukan Jampisus Kejagung ini terkait pembuatan paspor palsu atas nama Hendro Leonardi yang di gunakan untuk membantu Adelin Lis selama buron di Singapura.

Hal itu menindaklanjuti laporan dari Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI).

MAKI menduga ada oknum Imigrasi berinisial S membantu pelarian terpidana kasus pembalakan liar di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara ke Singapura.

“Saya memang mendapatkan laporan (dari MAKI.red). Karena itu kami akan menindaklanjuti,” kata Supardi, Jampidsus Kejagung, seperti di sadur dari Validnews, Selasa (21/9).

Supardi belum dapat menjelaskan lebih rinci tindak lanjut dari laporan itu. Alasannya, pihaknya masih bekerja dan menganalisis laporan tersebut. “Seperti apa nanti kita akan sampaikan lagi,” kata Supardi.

MAKI Investigasi dan Lapor ke Jampidsus

Koordinator MAKI, Boyamin Saiman menuturkan, dari hasil investigasi mandiri yang di lakukan MAKI, terungkap Adelin Lis menggunakan paspor atas nama Hendro Leonardi sepanjang 2017-2018.

Penggunaan paspor tersebut sebanyak empat kali. Paspor itu tercatat dalam pintu keluar-masuk wilayah Indonesia-Singapura. “Jadi, begini, paspor nama Hendro Leonardi di duga di terbitkan oleh kantor Imigrasi Jakut,” ujarnya.

Boyamin menjelaskan, dua kali pihak Imigrasi Jakarta Utara menerbitkan paspor atas nama Hendro Leonardi untuk Adelin Lis.

Paspor pertama, bernomor A 5947562 yang di terbitkan pada 28 Juni 2013 sampai 28 Juni 2018. Paspor atas nama Hendro Leonardi lainnya, bernomor S 250857 yang di terbitkan pada 2 Juli 2008 sampai 2 Juli 2013.

Di duga, oknum Imigrasi Jakarta Utara berinisial S menjadi pihak yang mengurus dan membuat paspor tersebut. Dalam laporan MAKI, Boyamin, meminta Kejaksaan Agung untuk mengusut keterlibatan inisial S tersebut.

MAKI dalam laporannya, menduga adanya unsur pidana korupsi, dalam pembuatan, maupun penerbitan paspor tersebut. Dalam laporan itu, MAKI menduga S melanggar Pasal 9 Undang-undang Tindak Pidana Korupsi.

Sebagai pengingat, Adelin Lis, sebetulnya sudah tertangkap dan di bawa pulang dari Singapura, pada Mei 2021. Dia ketangkap di Singapura setelah 14 tahun menjadi buronan sejak 2008.

 

  • Bagikan