Usai Dilantik Bupati Sunjaya Purwadisastra Kembali ke Penjara

    Sabtu, 18 Mei 2019 - 06:00 Editor : Redaksi Dibaca : 226 Views

    Menit.co.id – Sunjaya Purwadisastra dilantik menjadi Bupati Cirebon oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil di Gedung Sate, Jumat (17/5). Namun, karena status hukumnya menyandang sebagai terdakwa kasus dugaan suap, ia langsung diberhentikan sementara dari jabatannya sesaat setelah prosesi pelantikan.

    Seperti diketahui, Sunjaya merupakan petahana yang baru terpilih kembali pada Pilkada 2018. Namun, ia tersandung kasus dugaan suap jual beli jabatan di lingkungan Pemkab Cirebon.

    Saat ini, proses persidangan terhadap Sunjaya masih berjalan, meski belum tahap keputusan. Untuk sementara, Posisi Bupati Cirebon diserahkan kepada Wakil Bupati, Imron Rosyadi sebagai pelaksana tugas (Plt).

    Dari pantauan, usai acara pelantikan dan mendapat ucapan selamat, Sunjaya langsung dikawal menuju Rumah Tahanan (Rutan) Klas 1A Bandung atau Rutan Kebonwaru.

    Sebelumnya, dalam sambutan pelantikan, Ridwan Kamil langsung menyapa nama Imron yang akan melaksanakan tugas Bupati Cirebon. Ia menitipkan berbagai program Jabar untuk Cirebon kepada Imron, di antaranya pembentukan kawasan ekonomi Rebana, Cirebon-Patimban-Kertajati.

    Selain itu, ia meminta Imron untuk berhati-hati dan menjauhi tindakan yang melawan hukum. “Saya ingatkan keputusan yang akan diambil oleh setiap pemimpin, hati-hati bisikan-bisikan yang menjerumuskan,” ujar Ridwan Kamil.

    Pria yang akrab disapa Emil ini pun meminta Sunjaya tetap bersabar selama menjalani proses hukum. “Semoga Pak Sunjaya, diberi kesabaran selama menjalani proses hukum,” katanya.

    Keputusan pemberhentian sementara Sunjaya dari jabatannya disampaikan oleh Kepala Biro Pemerintahan dan Kerja Sama Setda Provinsi Jawa Barat Dani Ramdhan. Ia mengatakan, penunjukan Imron Rosyadi sebagai Plt Bupati Cirebon berdasarkan keputusan Mendagri.

    “Menunjuk Wakil Bupati Cirebon saudara Imron untuk melaksanakan tugas dan wewenang sebagai pelaksana tugas Bupati Cirebon. Keputusan ini berlaku setelah pelantikan ini berlangsung,” kata Dani.

    Terkait acara pelantikan, Sunjaya hanya diizinkan untuk mengikuti prosesi selama setengah hari. Pihak Pemprov Jabar sebelumnya sudah menyurati Pengadilan Tipikor yang ditindaklanjuti dengan konsultasi kepada jaksa penuntut dan majelis hakim.

    Terlebih, izin diberikan karena faktor jarak antara rutan Kebonwari dengan Kantor Pemprov Jabar tidak terlalu jauh.

    Selanjutnya, Dani mengatakan pengadilan Sunjaya bisa berakhir dengan dua kemungkinan, bisa bebas atau dinyatakan bersalah. Jika dinyatakan bersalah, maka pihaknya akan mengajukan pemberhentian tetap Sunjaya dari jabatan Bupati Cirebon dan Wakil Bupati Imron diajukan menjadi bupati definitif. Sedangkan jika Sunjaya dinyatakan tidak bersalah dan akhirnya bebas, bisa dilakukan pemulihan jabatannya.

    Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan, hak politik Sunjaya masih berlaku sebelum inkrah di pengadilan. Selama proses hukum berlangsung, jabatan bupati tidak boleh.

    “Maka hak politik pak Sunjaya diberikan dulu, tapi setelah itu diberhentikan untuk melaksanakan proses hukum yang berlaku,” ucapnya.

    “Maka di hari yang sama, kekuasaan tidak kosong lagi, setelah pemberhentian ini ada pelaksana tugas. Setelah ini ada satu prosedur lagi, kalau inkrah, Plt harus dilantik lagi. Di sini Plt jadi bupati,” tambah Emil.

    Menurutnya, hal ini bukan pertama kali terjadi. Mendagri pun ia sebut pernah melakukan hal yang sama di sejumlah daerah dengan kasus yang mirip.

    “Jangan terulang lagi peristiwaperistiwa buruk yang terjadi di sana, fokus ke masa depan. Cirebon bisa menjadi kawasan yang insyaAllah termaju, sudah saya rapatkan dengan Menko Ekonomi, insyaAllah disetujui,” tutupnya.

    [merdeka]



    Komentar Pembaca: