Video Mesum Wali Nagari Viral 4 Menit, Pemeran Pria Resmi Mengunduran Diri

Video Wali Nagari Talang Maur Viral

MENIT.CO.ID – Video berdurasi 4 menit merekam aksi mesum oknum wali nagari di Sumatera Barat viral di media sosial. Sang pelaku resmi mengundurkan diri dari jabatannya.

Rekaman video mesum wali nagari di Kecamatan Mungka, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, viral di media sosial. Kini, sang wali nagari mengundurkan diri.

Media sosial sedang dihebohkan dengan beredarnya video mesum wali nagari yang viral berdurasi 4 menit. Video viral wali nagari sedang mesum menjadi topik perbincangan masyarakat.

Belakangan diketahui pria dalam video berdurasi 4 menit adalah Wali Nagari Talang Maur Kabupaten Limapuluh Kota, bernama SH. Sedangkan sang wanita merupakan selingkuhannya.

Tak berapa lama usai video mesumnya viral di media sosial, wali nagari SH resmi menyatakan mundur dari jabatan.

Informasi mundurnya wali nagari tersebut diunggah di Instagram Sumbarkita pada Senin malam. Netizen kemudian menanggapinya dengan beragam komentar lucu.

“Share link dulu gak sih,” sebut iifsk*****

“Bagi link ny min,” pinta apre_hari*****

“Link nya mana min biar saya cek asli apa engga,” ujar herr*****

“Ada video ny ga bg?,” tanya putrinil*****

“link gacor nya,” sahut sakalilian*****

“Ketik 1 untuk link nya,” sebut rfkr****

Sebelumnya diberitakan, adegan panas itu terjadi diduga di sebuah ruangan tamu, dengan posisi pria di atas kursi.

Dalam video, sepertinya perbuatan itu sengaja direkam oleh oknum itu sendiri. Terlihat pada menit-menit akhir dia sendiri yang mematikan videonya.

Video tersebut mendapat kecaman luas masyarakat. Apalagi keseharian oknum wali nagari tersebut adalah seorang guru mengaji.

Camat Mungka Ilda Subul Huriati, mengatakan SH telah mengakui bahwa pria di dalam video berdurasi 4 menit itu adalah dirinya.

“Wali Nagari Talang Maur sudah kita panggil, dia mengakui perbuatannya dan sudah mengundurkan diri,” ungkap Ilda seperti dikutip laporan dari Sumbarkita, Senin (19/2).

Ilda melanjutkan, surat pengunduran diri wali nagari akan diantarkan ke dinas terkait pada Selasa (20/2).

Menurut Ilda, beberapa saat lalu Badan Musyawarah (Bamus) Nagari Talang Maur dan beberapa pemuda juga mendatangi Kantor Camat Mungka.

Kedatangan mereka untuk meminta penjelasan terkait video viral yang meresahkan masyarakat tersebut.

Sebagaimana diketahui, video tersebut banyak beredar di kalangan masyarakat Kabupaten Limapuluh Kota dan merupakan kejadian kedua di Limapuluh Kota.

Sebelumnya, kejadian video mesum juga terjadi di Nagari Guguak Kabupaten Limapuluh Kota, yang menyebabkan wali nagarinya mengundurkan diri.

Bupati Limapuluh Kota, Safaruddin membenarkan kejadian seorang Wali Nagari di Limapuluh Kota mundur dari jabatannya usai video mesumnya viral.

“Benar kejadian itu, kemarin juga sudah ada konfirmasi dari Camat Mungka terkait kejadian ini. Dari saya kalau ada yang melanggar aturan, yah harus kita beri sanksi sesuai aturan yang ada,” kata Safaruddin.

SH melayangkan surat pengunduran diri kemarin sore, usai video mesumnya viral di medsos. SH sendiri, kata Safaruddin, baru menjabat sebagai Wali Nagari Talang Maur selama 2 tahun.

“Yang bersangkutan kemarin sore sudah mengundurkan diri dari jabatannya. Sementara dia baru menjabat sebagai Wali Nagari selama 2 tahun ini. Saat ini Plt pengganti dia juga sudah ada,” jelasnya.

“Selain sanksi mengundurkan diri dari jabatannya, dia juga pasti akan mendapatkan sanksi moral dari masyarakat sekitar,” sambungnya.

Terkait kejadian berulang, Wali Nagari di Limapuluh Kota itu dibebastugaskan usai foto dan video mesum viral. Safaruddin pun menyesalkan kejadian tersebut. Menurutnya seorang pejabat harus menjadi contoh dan teladan bagi masyarakat.

Sebelumnya Wali Nagari Guguak VIII Koto, Limapuluh Kota, Yosrizal, juga harus rela melepaskan jabatannya usai dia tak sengaja mengirimkan foto asusilanya dengan seorang wanita bukan istrinya di grup WhatsApp. Yosrizal juga harus puas dipecat dari jabatannya atas insiden ini.

“Kita dari awal pelantikan (Wali Nagari) telah menyampaikan seluruh Wali Nagari agar tidak menyalahi aturan dan undang-undang atau melewati norma agama.”

“Termasuk asusila ini. Jadi atas kejadian ini, dia harus siap menerima sanksi, baik jabatan dan sanksi moral dari masyarakat. Kejadian seperti ini sebelum juga pernah terjadi,” tutup Safaruddin.