Video Viral 15 Detik Pegawai Honorer Bapenda Banten Beredar

Ini sosok pemeran video viral 15 detik wanita honorer di Bapenda Banten

MENIT.CO.ID – Sebuah video kontroversial yang menampilkan seorang perempuan mengenakan seragam kemeja putih dengan emblem Pemprov Banten di lengannya telah menjadi viral di media sosial.

Video tersebut tersebar di berbagai platform media sosial setelah diunggah oleh akun @Lol_Mooburns982 di platform X atau Twitter.

Dalam rekaman berdurasi 15 detik tersebut, tampak seorang perempuan berkerudung menunjukkan bagian dada, direkam menggunakan ponsel.

Namun, saat ini, akun yang mengunggah video tersebut telah dihapus.

Setelah video tersebut menyebar luas, Pemerintah Daerah (Pemda) Banten segera merespons dengan melakukan penelusuran.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Banten, Nana Supiana, menyatakan bahwa ada lebih dari satu video yang beredar terkait kasus tersebut.

“Kita mendapatkan informasi begitu (banyak video), ada link. Tapi kita masih menelusuri itu. Benar atau tidak banyak link yang berbayar,” ujarnya seperti dikutip dari Kompas, Kamis (14/12/2023).

Nana menjelaskan bahwa tim internal sedang bekerja keras untuk mengidentifikasi identitas dan motif di balik video tersebut.

Dia menyatakan keprihatinannya atas kejadian tersebut, terutama mengingat budaya timur yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Provinsi Banten.

“Kami ingin memastikan data yang objektif, mungkin ini melibatkan oknum, baik itu pegawai atau non-pegawai yang merugikan masyarakat Banten dan memberikan contoh buruk,” ujar Nana.

Jika hasil investigasi menunjukkan bahwa pelaku adalah pegawai Pemprov Banten, Nana menyatakan bahwa sanksi akan diberikan setelah pemeriksaan dan pemahaman lebih lanjut terhadap motifnya.

Setelah melakukan penelusuran, BKD Banten berhasil mengidentifikasi pemeran perempuan dalam video tersebut sebagai DMS, seorang pegawai honorer di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Banten.

Pemprov Banten kemudian memberikan sanksi tegas dengan memecat DMS setelah melakukan investigasi dan berkoordinasi dengan pimpinan Bapenda.

Nana Supena, Kepala BKD Banten, menyebutkan bahwa pemberhentian tersebut dilakukan oleh pimpinan Bapenda karena DMS memiliki status tenaga harian lepas atau honor, bukan pegawai ASN.

Nana menegaskan pentingnya menjaga kode etik bagi seluruh pegawai, baik ASN maupun non-ASN, dan menegaskan kesiapannya untuk memberikan sanksi tegas terhadap pelanggaran disiplin seperti yang dilakukan oleh DMS.

Penjabat Gubernur Banten, Al Muktabar, juga menyoroti bahwa perbuatan mesum tersebut tidak dibenarkan, baik sebagai ASN maupun masyarakat umum, dan menegaskan perlunya memberikan sanksi tegas sesuai aturan yang berlaku.