Video Viral Guru Honorer Purwakarta, Konten Lama Muncul Lagi

Video Viral Guru Honorer Purwakarta

MENIT.CO.ID – Video viral guru honorer Purwakarta sedang aduhai di dalam sebuah mobil bersama seorang pria kembali muncul dan menghebohkan warganet.

Video viral guru honorer Purwakarta adalah rekaman video seorang wanita yang berprofesi sebagai gurur honorer di Kabupaten Purwakarta sedang berbuat tak senonoh.

Ini sebenarnya konten video lama yang kembali muncul setelah maraknya peredaran video viral di jejaring sosial media seperti tiktok, twitter, instagram dan telegram.

Pengguna media sosial sempat heboh dengan beredarnya video seorang wanita berhijab menggunakan seragam aparatur sipil negara (ASN) dengan logo Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Dalam empat video yang beredar, terlihat seorang wanita berpakaian ASN warna cokelat tengah melakukan aksi berkeringat dengan seorang pria di dalam sebuah mobil.

Peristiwa tak senonoh itu berhasil menangkap dua orang pelaku dalam skandal video viral guru honorer Purwakarta yang populer di media sosial pada zaman itu.

Dua orang dalam video tersebut yang diketahui berprofesi sebagai guru di salah satu sekolah menengah kejuruan (SMK) di Kabupaten Purwakarta.

Dalam kasus ini, polisi telah menetapkan RIA sebagai tersangka penyebaran konten asusila di media sosial. Sedangkan RJ, 30 tahun, berstatus saksi.

Lokasi Pembuatan Video Viral Guru Honorer Purwakarta

RIA dan RJ melakukan hubungan gelap dan melakukan aksi berkeringan di dalam sebuah mobil yang kini videonya beredar di media sosial.

RIA maupun RJ, masing-masing telah berkeluarga. Video itu direkam oleh RIA di dalam mobil milik RJ. Lokasinya di area parkir salah satu supermarket, Purwakarta.

Perekaman video tersebut berlangsung pada Juni 2019. Selama satu tahun menjalin perselingkuhan, RJ meninggalkan RIA. Pelaku pun sakit hati dan nekat menyebar video aduhai ke Facebook.

Setelah terungkap masing-masing pemeran dalam video, ternyata pasangan dalam video syur yang mengenakan seragam dinas merupakan dua guru honorer di salah satu SMK.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Dewi Sartika mengatakan, pihak yayasan telah memutuskan untuk memberhentikan keduanya sebagai tenaga pengajar.

“Sudah ada surat pemberitahuan untuk guru tersebut melalui kepala sekolah. Mereka melanggar etika guru. Keduanya non-PNS di sekolah SMK swasta di Purwakarta,” ujar Dewi.

Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jabar AKBP Hari Brata mengungkapkan, RIA ternyata hanya ingin meminta hubungannya dengan RJ dapat kembali terjalin.

“Video itu di-upload dengan catatan yang bersangkutan bisa kembali (pacaran),” katanya.

Tersangka RIA telah ditahan polisi. Ia disangkakan melanggar Pasal 45 Ayat (1) Juncto Pasal 27 Ayat (1) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan terhadap UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dan/atau Pasal 14 Ayat (1) dan Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana. Ancaman hukuman penjara paling lama 6 tahun dan atau denda paling banyak Rp2 miliar.