Vina Garut Kasus Viral di Media Sosial, Ini Fakta Kejadian 2019 Lalu

Vina Garut Kasus Viral

MENIT.CO.ID – Baru-baru ini Vina Garut kasus viral di media sosial kembali menjadi topik perbincangan hangat kalangan warganet.

Semua perbincangan tentang Vina Garus kasus viral di media sosial setelah seorang pembunuhan Vina Cirebon tertangkap oleh jajaran Polda Jawa Barat.

Kasus viral Vina Garut dengan pembunuhan Vina Cirebon adalah kasus yang berbeda. Di mana, Vina Garus kasus viral tentang konten pornografi.

Sedangkan untuk Vina Cirebon adalah korban pembunuhan yang dilakukan oleh sejumlah orang. Kini, kedua kasus tersebut sedang viral di media sosial.

Untuk mengetahui detail informasi ini, berikut fakta yang berhasil media rangkum dari berbagai sumber tentang Vina Garut kasus viral di media sosial.

Warga Garut pernah dihebohkan munculnya video mesum seks gangbang berjudul ‘Vina Garut’ yang tersebar di medsos tahun 2019 lalu. Saat ini, para pemeran dalam video tersebut yang diadili dikabarkan sudah menghirup udara segar.
Kasus tersebut kini hangat diperbincangkan lagi usai para pemeran dalam video yang diadili, yakni AD, WL dan sang pemeran utama VA dikabarkan sudah bebas dari penjara.

Setidaknya ada 11 fakta yang berhasil ditemukan dari proses penyidikan dan fakta persidangan yang dijalani oleh ketiganya. Berikut ke-11 fakta kasus video viral Vina Garut tersebut:

1. Kasus Video Viral Vina Garut Mencuat Tahun 2019

Kasus itu pertama kali mencuat ke publik bulan Agustus 2019 silam. Kala itu, tepatnya hari Kamis tanggal 13 Agustus 2019, warga Garut dihebohkan dengan kemunculan sebuah video mesum di media sosial Twitter.

Dalam video tersebut, seorang perempuan yang belakangan diketahui merupakan VA melakukan adegan mesum dengan empat orang pria. Para pria yang ada dalam video, silih berganti melakukan hubungan seksual dengan VA.

Kabar kemunculan video mesum tersebut kemudian tersebar via aplikasi perpesanan WhatsApp dan membuat geger warga Garut. Polisi saat itu kemudian turun tangan dan melakukan penyelidikan.

2. Total 4 Pelaku Diamankan

Usai kemunculan video tersebut, Kapolres Garut saat itu AKBP Budi Satria Wiguna memerintahkan Tim Resmob pimpinan Kasat Reskrim AKP Maradona Armin Mappaseng untuk melakukan penyelidikan dan memburu para pelaku.

Hasilnya, dalam waktu empat jam, Tim Resmob berhasil mengamankan VA. VA yang belakangan diketahui berprofesi sebagai biduan dangdut tersebut diamankan polisi hari Kamis (13/8/2019) di rumahnya yang berada di kawasan Tarogong Kidul.

Beberapa jam berselang, polisi juga kemudian berhasil mengamankan AK alias Rayya. Salah seorang pemeran lelaki dalam video sekaligus mantan suami dari VA. Rayya juga diamankan di rumahnya hari itu di wilayah Tarogong Kaler.

Di hari yang sama, polisi juga mengamankan WL, pria lain yang eksis dalam video mesum ‘seks gangbang’ tersebut. WL diketahui diamankan polisi saat sedang ngopi di salah satu kafe di Tarogong Kidul.

Perburuan kemudian berlanjut, sebulan berselang, polisi berhasil mengamankan AD. AD diamankan di rumahnya di kawasan Kabupaten Bandung saat hendak bergegas menuju tempat pelarian di Jakarta. Sehingga total, ada 4 orang pelaku yang diamankan dalam kasus tersebut kala itu.

3. Dibuat di Hotel Cipanas Garut Tahun 2018

Dari hasil penyelidikan polisi terungkap, bahwa keempat tersangka mengakui perbuatannya. Video mesum yang viral dengan judul ‘Vina Garut’ itu diketahui dibuat di salah satu hotel yang ada di kawasan objek wisata Cipanas, Kecamatan Tarogong Kaler, Kab. Garut.

Menurut keterangan dari para tersangka, video itu ternyata dibuat sekitaran bulan Juni 2018 silam. Hal tersebut kemudian dipastikan polisi yang melakukan cross check ke lokasi yang disebut para tersangka merupakan tempat adegan dalam video itu berlangsung.

4. Layanan Seks ‘Gangbang’ Bertarif Rp 700 Ribu

Dari keterangan tersangka, polisi kemudian mengungkap bahwa video yang viral tersebut sengaja diunggah ke Twitter oleh Rayya. Rayya diketahui mengunggah video tersebut di sebuah akun Twitter miliknya.

Usut punya usut, Rayya ternyata menyebarkan konten mesum itu untuk menarik perhatian warganet. Dia kemudian menawarkan layanan adegan mesum ramai-ramai dengan VA kepada siapa pun yang berminat melalui Twitter.

Rayya diketahui menarif hubungan seks tak lazim itu dengan tarif Rp 700 ribu. Dalam sekali transaksi, tersangka VA diberi duit Rp 500 ribu oleh Rayya yang tak lain mantan suaminya tersebut.

5. Polisi Temukan 113 Video

Dari tangan para tersangka, khususnya Rayya, polisi mengamankan sejumlah barang bukti kala itu. Di antaranya sebuah ponsel pintar, yang diketahui menyimpan video-video mesum yang diperankan oleh para tersangka.

Dari hasil pemeriksaan barang bukti tersebut, polisi menemukan setidaknya ada 113 video mesum. Ratusan video mesum tersebut disimpan oleh tersangka Rayya di dalam akun Google Drive miliknya.

Ratusan video tersebut kemudian dicek polisi dan diteliti di Puslabfor Mabes Polri kala itu. Meskipun begitu, diketahui hanya ada dua video yang tersebar via Twitter yang disebarkan langsung oleh Rayya.

6. Rayya Meninggal Dunia

Di tengah proses penyidikan oleh polisi, tersangka AK alias Rayya diketahui meninggal dunia. Rayya tewas di rumahnya Kecamatan Tarogong Kidul hari Sabtu, 7 September 2019.

Kasat Reskrim AKP Maradona Armin Mappaseng saat itu mengungkapkan, Rayya meninggal dunia karena mengidap komplikasi penyakit berat.

Kondisi Rayya sebelum meninggal juga diketahui memburuk dan dirawat oleh keluarga di rumahnya. Rayya kemudian dimakamkan oleh keluarga di pemakaman umum dekat rumah.

Usai tewasnya Rayya, polisi kemudian menghentikan proses penyidikan terhadapnya dengan mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3). Sedangkan proses hukum terhadap tersangka lainnya terus berlanjut.

7. Biduan Dangdut Dituntut 12 Tahun Penjara

Setelah melalui berbagai rangkaian proses penyidikan, penyidik kasus video mesum ‘seks gangbang’ dari Sat Reskrim Polres Garut kemudian melimpahkan berkas penyidikan ke Kejaksaan.

Kasi Pidana Umum Kajari Garut saat itu, Dapot Dariarma mengatakan, VA dijerat Pasal 4 ayat 1 UU Pornografi dengan ancaman 12 tahun penjara. Berkas perkara penyidikan kasus tersebut dilimpahkan penyidik hari Senin, 9 September 2019.

Selain VA, saat itu, tersangka lainnya WL dan AD juga dijerat pasal dan hukuman yang sama.

9. Divonis 3 Tahun Bui

Setelah proses persidangan selesai dilaksanakan, para terdakwa kemudian menjalani proses sidang dengan agenda putusan. WE dan AD lebih dulu divonis majelis hakim.

Keduanya dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman dalam sidang beragendakan putusan yang digelar PN Garut hari Kamis, 26 Maret 2020. Dalam sidang tersebut, majelis hakim menyatakan WE dan AD melanggar Pasal 4 ayat 1 UU Pornografi dan dijatuhi hukuman 2 tahun 9 bulan penjara. Mereka juga dijatuhi hukuman denda Rp 1 miliar subsider tiga bulan kurungan.

Sedangkan VA divonis hakim hari Kamis, 2 April 2020. Dalam sidang yang dipimpin Ketua PN Garut kala itu, Hasanuddin, VA dinyatakan bersalah melanggar Pasal 8 UU Pornografi dan dijatuhi hukuman penjara tiga tahun dan denda Rp 1 miliar subsider 3 bulan penjara.

Atas putusan majelis hakim tersebut, baik kuasa hukum VA maupun Jaksa Penuntut Umum sama-sama mengajukan banding. Kuasa hukum VA, Asri Vidya Dewi menganggap ada beberapa hal yang tidak dipertimbangkan majelis hakim kala itu. Sementara JPU menganggap vonis yang dijatuhkan majelis hakim jauh lebih rendah dari tuntutan yang dilayangkan jaksa.

Proses peradilan kemudian berlanjut di Pengadilan Tinggi (PT) Bandung, PT Bandung diketahui menolak banding yang diajukan para pihak dan menguatkan putusan majelis hakim PN Garut.

10. Gugat Undang-undang ke MK

Usai proses peradilan yang dilakukan, VA diketahui sempat melakukan langkah hukum lainnya ke Mahkamah Konstitusi (MK).

VA mengajukan permohonan gugatan ke MK dan meminta Pasal 8 UU Pornografi dihapuskan. Gugatan itu dilayangkan ke MK sekitar awal bulan Oktober 2020 lalu.

VA diketahui memberikan kuasa kepada Haris Azhar. Haris menilai Pasal 8 UU Pornografi membuka ruang kriminalisasi berlebihan terhadap perempuan.

11. Bebas Tahun 2021

Usai menjalani hukuman, VA kini diketahui sudah menghirup udara segar. Dia diketahui bebas pada tahun 2021 lalu usai menjalani masa hukuman di Rutan Kelas II B Garut.

Hal tersebut dibenarkan Asri selaku kuasa hukumnya. “(Bebas) 2021 kayaknya. Mendapatkan remisi khusus karena pandemi COVID-19. Pelaku lain malah lebih awal keluar ketimbang PA (VA),” ungkap Asri.

Asri mengatakan, selain VA, WL dan AD juga diketahui sudah bebas dari bui. Untuk VA sendiri, saat ini sudah kembali ke masyarakat. Dia juga diketahui sudah kembali bekerja.

“Sudah bebas dan kembali menata dirinya dengan produktif bekerja,” katanya.