Viral Video Bupati Banyumas Achmad Husein soal OTT KPK

Bupati Banyumas Achmad Husein
Bupati Banyumas Achmad Husein

Menit.co.id – Viral video Bupati Banyumas Achmad Husein terkait operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di media sosial.

Bupati Banyumas meminta KPK memanggil terlebih dahulu kepala daerah yang bermasalah sebelum melakukan Operasi Tangkap Tanggan (OTT).

Achmad Husein langsung memberikan klarifikasi video viral yang tidak lengkap tersebut. Video itu berisi potongan kegiatan diskusi dan koordinasi dengan KPK.

“Potongan video tersebut berasal dari kegiatan diskusi dalam ranah tindak pencegahan yang di adakan oleh Koordinasi Supervisi Pencegahan (Korsupgah) KPK, bukan ranah penindakan,” katanya.

Bupati Banyumas Achmad Husein Klarifikasi

Bupati Banyumas Achmad Husein, menjelaskan cuplikan video yang viral di media sosial itu tidak lengkap, sehingga perlu untuk di lakukan klarifikasi agar tidak salah.

“Ada sejumlah permasalahan yang di timbulkan akibat OTT. Misalnya, OTT menghapus dan menghilangkan kepada daerah,” katanya seperti laporan Asumsi.co.

Padahal, Bupati Banyumas menilai bisa jadi kepala daerah tersebut punya potensi dan kemampuan untuk memajukan daerahnya.

Achmad menuturkan kepala daerah yang terjaring OTT bisa jadi baru pertama kali berbuat dan bisa jadi tidak tahu karena di masa lalu kebijakan yang diambilnya tidak bermasalah, sehingga di teruskan.

Achmad menyatakan OTT juga belum tentu membuat sebuah daerah akan menjadi lebih baik.

Berdasarkan pengamatannya, kemajuan kabupaten yang pernah terkena OTT hampir pasti lambat. Misalnya takut inovasinya bersamalah.

“Oleh karena itu, saya usul untuk ranah pencegahan apakah tidak lebih baik saat OTT pertama di ingatkan saja dahulu dan di suruh mengembalikan kerugian negara,” ujarnya.

“Kalau perlu lima kali lipat, sehingga bangkrut dan takut untuk berbuat lagi. Toh untuk OTT, sekarang KPK dengan alat yang canggih, (dalam) satu hari mau OTT lima bupati juga bisa,” bebernya.

“Baru kalau ternyata berbuat lagi ya di OTT betulan. Kemudian di hukum tiga kali lipat silakan atau hukum mati sekalian juga bisa,” ujarnya.

Achmad menegaskan mendukung penindakan korupsi KPK dengan cara OTT. Namun, Bupati Banyumas mengingatkan hampir seluruh kepala daerah memiliki kesalahan, meski dengan tingkat yang berbeda.

“Tapi kalau mau OTT nggih monggo. Sebab kalau KPK berkehendak, bisa jadi 90 persen akan kena semua, walau kecil pasti bupati ada masalahnya,” terangnya.

“Cari saja salahnya dari begitu banyak tanggung jawab yang diembannya. Mulai dari Presiden sampai dengan kepala desa pasti akan di temukan salahnya walau kadarnya berbeda-beda,” ujar Achmad.

Pernyataan Bupati Banyumas Langsung Viral

Dalam video berdurasi 24 detik, Achmad mengaku takut dan tidak mau terjaring OTT KPK. Ia meminta KPK untuk memanggil kepala daerah yang bermasalah untuk memberi klarifikasi sebelum melakukan OTT.

“Kami para kepala daerah, kami semua takut dan tidak mau di-OTT. Maka kami mohon kepada KPK sebelum OTT. Mohon kalau di temukan kesalahan, sebelum OTT kami di panggil dahulu. Kalau ternyata dia itu berubah, ya sudah lepas begitu. Tapi kalau kemudian tidak berubah, baru di tangkap Pak,” ujar Achmad.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS