Elektabilitas Ganjar Pranowo Dibawah Prabowo Subianto

  • Bagikan
Ganjar Pranowo
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo

Menit.co.id – Elektabilitas Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, berada di posisi kedua di bawah Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dalam survei calon presiden yang dilakukan Charta Politika Indonesia.

Dengan menggunakan simulasi 12 nama, Ganjar meraih 16% atau hanya terpaut 3% dari Prabowo yang meraih 19,6%. Demikian juga dengan simulasi lima nama, Ganjar Pranowo yang meraih 20 persen hanya terpaut 2 persen dari Prabowo yang meraih 22,2%.

Meski demikian, Ganjar yang turut hadir sebagai penanggap dalam rilis survei nasional Charta Politika Indonesia bertajuk “Evaluasi Kebijakan, Aktivitas Masyarakat, dan Peta Politik Triwulan I 2021” yang digelar secara daring, Minggu (28/3/2021) enggan berbicara banyak mengenai hasil survei yang menempatkan dirinya di posisi dua di bawah Prabowo. Ganjar mengaku memilih fokus menangani pandemi Covid-19 di Jawa Tengah.

“Yang elektoral nanti saja lah yang pengamat-pengamat politik itu. Kita itu di daerah ngurusin vaksin saja. Ngurusin Covid-19 saja begitu ya,” kata Ganjar.

BACA : KPK Kembali Periksa Gubernur Jateng Ganjar Pranowo Dalam Kasus e-KTP

Survei ini digelar Charta Politika pada 20-24 Maret 2021, melalui metode wawancara telepon. Jumlah sampel sebanyak 1.200 responden. Dengan menggunakan asumsi simple random sampling, angka margin of error +/- 2,83% pada tingkat kepercayaan 95%.

Ganjar menyerahkan kepada Mardani Ali Sera, Ketua DPP PKS yang juga hadir untuk menanggapi hasil survei mengenai elektoral. “Nanti Mas Mardani saja. Nanti analisnya bisa jauh lebih tajam. Kalau saya sudah agak tumpul analisnya kalau soal itu. Kita mengurusi yang pandemi saja,” katanya.

Dalam kesempatan ini, Ganjar lebih banyak berbicara mengenai upaya Pemprov Jateng dalam mengendalikan pandemi Covid-19. Ganjar mengapresiasi hasil survei Charta Politika yang menyebut mayoritas masyarakat Jawa Tengah bersedia menaati protokol kesehatan dan bersedia untuk divaksinasi.

Namun, Ganjar mengaku waswas lantaran ketersediaan vaksin yang semakin terbatas dan menurunnya kedisiplinan masyarakat akan membuat terjadinya peningkatan kasus positif.

“Rasa-rasanya memang PR kita belum ringan-ringan amat, meskipun sudah turun tapi kalau kemudian vaksinnya tidak bisa digas, bahkan tadi informasinya kita mesti menahan sebentar ya, ini apa kita mesti mengganti atau stangnya kayaknya mesti kita putar sedikit ini. Kita mesti agak mengayun-ngayun sedikit untuk memberikan kepastian kepastian pada masyarakat agar bisa berjalan,” katanya.

Elektabilitas Capres, Prabowo Teratas

Elektabilitas Menteri Pertahanan Prabowo Subianto berada di posisi teratas dalam survei calon presiden yang dilakukan Charta Politika Indonesia. Dari simulasi 12 nama, Prabowo yang juga ketua umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) meraih 19,6%.

“Kita uji 12 nama. Prabowo masih di posisi atas,” kata Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia, Yunarto Wijaya saat memaparkan temuan survei nasional Charta Politika Indonesia bertajuk “Evaluasi Kebijakan, Aktivitas Masyarakat, dan Peta Politik Triwulan I 2021”, Minggu (28/3/2021).

Survei digelar pada 20-24 Maret 2021, melalui metode wawancara telepon. Jumlah sampel sebanyak 1.200 responden. Dengan menggunakan asumsi simple random sampling, angka margin of error +/- 2,83% pada tingkat kepercayaan 95%.

Sementara 11 nama lainnya yakni Ganjar Pranowo (16%), Anies Baswedan (12,6%), Sandiaga Uno (9,3%), Ridwan Kamil (8,1%), Tri Rismaharini (5,3%), Agus Harimurti Yudhoyono (4,8%), Mahfud MD (3,8%), Erick Thohir (2,1%), Moeldoko (1,3%), Puan Maharani (1,2%), dan Gatot Nurmantyo (0,6%). Sementara pemilih yang tidak tahu/tidak jawab (TT/TJ) sebesar 15,2%.

“Kalau kita lihat hasilnya, ada tiga besar yang berhasil melewati angka psikologi atau double digit yaitu Prabowo, Ganjar, dan Anies,” ucap Yunarto.

Yunarto menambahkan dalam simulasi lima nama, Prabowo juga tetap teratas dengan 22,2%, disusul Ganjar 20%, Anies 14,2%, Sandiaga 12,7%, dan Ridwan 9,1%, serta TT/TJ 21,7%.

“Dari simulasi lima nama, ada tiga sosok kepala daerah dan dua sosok menteri. Ini menarik,” ucap Yunarto.

Elektabilitas PDI Perjuangan (PDIP) masih menjadi jawara dalam survei Charta Politika Indonesia. PDIP dipilih 20,7% jika pemilu digelar saat survei.

“PDIP masih menjadi jawara. Satu-satunya partai yang elektabilitasnya di atas 20%,” kata Yunarto.

Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) berada pada posisi kedua dengan elektabilitas 14,2%, disusul PKB 9,7%, PKS 8,2%, Partai Golkar 7,8%, Partai Nasdem 5,4%, Partai Demokrat 4,2%, PPP 2,2%, PSI 1,8%, PAN 1%, dan partai lain meraih di bawah 1%.

“Gerindra di nomor dua, lalu PKB, PKS yang cukup naik, Golkar, Nasdem, Demokrat,” ucap Yunarto.

Survei Charta Politika Indonesia, PDIP Masih Jadi Jawara

Elektabilitas PDI Perjuangan (PDIP) masih menjadi jawara dalam survei Charta Politika Indonesia. PDIP dipilih 20,7% jika pemilu digelar saat survei.

“PDIP masih menjadi jawara. Satu-satunya partai yang elektabilitasnya di atas 20%,” kata Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia, Yunarto Wijaya saat memaparkan temuan survei nasional Charta Politika Indonesia bertajuk “Evaluasi Kebijakan, Aktivitas Masyarakat, dan Peta Politik Triwulan I 2021”, Minggu (28/3/2021).

Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) berada pada posisi kedua dengan elektabilitas 14,2%, disusul PKB 9,7%, PKS 8,2%, Partai Golkar 7,8%, Partai Nasdem 5,4%, Partai Demokrat 4,2%, PPP 2,2%, PSI 1,8%, PAN 1%, dan partai lain meraih di bawah 1%.

“Gerindra di nomor dua, lalu PKB, PKS yang cukup naik, Golkar, Nasdem, Demokrat,” ucap Yunarto.

Survei digelar pada 20-24 Maret 2021, melalui metode wawancara telepon. Jumlah sampel sebanyak 1.200 responden. Dengan menggunakan asumsi simple random sampling, angka margin of error +/- 2,83% pada tingkat kepercayaan 95%.

  • Bagikan