Ganjar Pranowo Dilema antara PDI Perjuangan dan NasDem

Ganjar Pranowo

Menit.co.id – Ganjar Pranowo namanya terus jadi perbincangan masyarakat setelah masuk dalam bursa calon presiden Indonesia di Partai NasDem.

Partai NasDem belakangan ini sudah mengeluarkan tiga nama untuk calon presiden yaitu Ganjar Pranowo, Anies Baswedan dan Andika Perkasa.

Munculnya nama Ganjar Pranowo di Partai NasDem ini membuktikan kalau kader PDI Perjuangan satu ini memiliki tingkat popularitas cukup tinggi.

Pada kesempatan kali ini, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, sangat menghormati Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

Dia menganggap sosok Megawati sepeti orangtuannya yang selal memberikan saran dan petujung untuk ia ikuti selama menjadi kader PDI Perjuangan.

“Saya ini orang yang di didik untuk sangat hormat dengan orangtua. Maka saya sangat menghormati orangtua termasuk orangtua saya di partai,” jelas Ganjar.

“Orangtua saya sekarang sudah tiada, sekarang orangtua saya ya Bu Mega,” kata Ganjar kepada wartawan di Semarang.

Hal tersebut di sampaikan Ganjar saat menanggapi namanya menjadi salah satu yang masuk bursa calon presiden dari Partai NasDem.

Ganjar mengaku akan melaksanakan saran-saran dan regulasi yang telah di tetapkan Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Umum PDI Perjuangan.

Respon Sekjen PDI Perjuangan untuk Ganjar Pranowo

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menangapi pengusungan nama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo oleh Partai NasDem untuk maju di Pilpres 2024.

Hasto menegaskan bahwa partai sebaiknya tidak melakukan bajak membajak kader.

“Pak ganjar sejak datang kemarin menegaskan, saya PDI Perjuangan dan tegak lurus kepada perintah dari Ketua Umum PDI Perjuangan,” kata Hasto.

Hasto mengatakan, terkait capres dan cawapres, kongres telah memberikan mandat kepada Ketua Umum (Ketum) PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

“Sehingga kesadaran sebagai kader partai yang telah di lakukan oleh Pak Ganjar itu adalah satu jawaban yang sangat tegas,” ucapnya.

Bagi PDIP, kata Hasto, berpolitik adalah membangun organisasi kepartaian sebagaimana diatur dalam undang-undang.

β€œIni kan membangun organisasi kepartaian agar fungsi yang di atur di dalam undang-undang. Salah satunya kaderisasi kepemimpinan partai merupakan fungsi sistemik partai,” katanya.

Dia menegaskan hal tersebut adalah sesuatu yang seharusnya di lakukan oleh partai politik karena partai politik bukan klub sepakbola.

Ganjar Pranowo menjadi satu dari tiga nama yang di umumkan NasDem sebagai calon presiden yang akan mereka usung pada Pilpres 2024.

Setelah mengantongi tiga nama tersebut, Ketua Umum NasDem Surya Paloh menyatakan mereka akan berkomunikasi dengan partai politik lainnya untuk membangun koalisi.

Pasalnya, NasDem di pastikan belum memenuhi syarat ambang batas pencalonan presiden atau Presidential Threshold.

Ganjar Pranowo sendiri sempat menyatakan berterima kasih jika namanya masuk ke dalam kandidat calon presiden Partai NasDem.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS