Jokowi Bersih dari KLB Demokrat, Megawati Halangi Hubungan dengan SBY

  • Bagikan
KLB Partai Demokrat
Presiden Jokowi dan SBY di Istana Merdeka pada 2017. Foto BPMI Setpres

Menit.co.id – Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Deli Serdang, Sumatera Utara membuat gaduh publik, bahkan beberapa tokoh politik diduga terlibat dalam pelengseran jabatan Ketua Umum (Ketum) Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Menanggapi hal itu, Akademisi Universitas Indonesia (UI) Ade Armando menilai bahwa Presiden Jokowi tak terlibat apapun alias bersih dari KLB Demokrat.

Dalam sebuah video yang diunggah oleh saluran YouTube CokroTV, Akademisi Universitas Indonesia (UI) ini penasaran dengan sosok misterius yang digadang-gadang jadi dalang atau aktor di balik terlaksananya kudeta Demokrat melalui KLB tersebut.

Kendati begitu, Ade Armando menilai walaupun Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko terlibat, namun Presiden Jokowi dipastikan tidak ikut campur lantaran dia sendiri tidak mendapat manfaat apapun dari tindakan kudeta Demokrat tersebut.

“Siapa yang akan diuntungkan oleh kudeta di Partai Demokrat? Karena itulah saya akan bilang, saya percaya Jokowi tidak menginstruksikan Moeldoko untuk mengkudeta Demokrat, karena Jokowi tidak akan memperoleh manfaat apa-apa dari kudeta itu,” ujar Ade, dikutip Hops pada Selasa, 9 Maret 2021.

Terkait pandangannya tersebut, Ade Armando membeberkan sejumlah bukti dan logikanya. Pertama, kata dia, berdasarkan survei yang dilakukan oleh lembaga penelitian ternama, masyarakat sendiri masih percaya dengan kepemimpinan Jokowi, sehingga tidak mungkin dia membuat gaduh politik yang justru bisa merusak citra positfinya.

“Coba kita pikir, posisi Jokowi itu sekarang solid. Berbagai survei yang dilakukan lembaga penelitain terkemuka menunjukkan presentasi kepercayaan masyarakat terhadap Jokowi tetap tinggi,” katanya.

Selanjutnya yang kedua, Jokowi sendiri jadi salah satu pemimpin yang mampu merangkul berbagai golongan partai politik, bahkan dia juga berhasil membuat pihak oposisi menjadi mitra pemerintah, sebut saja ada nama Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno yang keduanya mendapat jatah jabatan sebagai menteri.

Selain itu, sejatinya Jokowi juga tidak punya masalah pribadi yang cukup serius terhadap Partai Demokrat, hanya saja hubungannya dengan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terhalang dengan sosok Ketum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

“Dia juga mampu menjinakkan partai-partai yang semula beroposisi menjadi mitra. Bahkan dengan Demokrat sebenarnya dia juga tidak pernah punya masalah personal serius, namun yang merintangi hubungan Jokowi dengan SBY adalah Bu Mega,” tutur Ade Armando.

“Sementara Jokowi sendiri sih kelihatan tidak punya dendam apa-apa. Selain itu, Jokowi tinggal hanya menyelesaikan sisa tiga tahun kepemimpinannya dan kemudian dia akan meniggalkan gelanggang pertarungan politik,” sambungnya.

  • Bagikan