LSI Menilai Partai Demokrat Tak Punya Figur Kuat Seperti SBY

  • Bagikan
Partai Demokrat Dianggap Menunjukkan Gaya Dinasti & Oligarki
Partai Demokrat Dianggap Menunjukkan Gaya Dinasti & Oligarki

Menit.co.id – Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia Djayadi Hanan menilai, kudeta internal Partai Demokrat muncul karena partai tersebut sekarang tidak punya figur kuat seperti Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Partai Demokrat tidak punya figur yang kuat lagi seperti Pak SBY. Di sisi lain proses penyelesaian konflik internal itu tidak ada, jadi dobel problemnya,” kata Djayadi dalam diskusi virtual, Sabtu (27/2/2021).

BACA : Partai Demokrat: Jhoni Allen Bertemu SBY Jelaskan Gerakan Kudeta AHY

Dia mengatakan, figur Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang dimunculkan SBY tampaknya tidak bisa memainkan peran seperti SBY yang diharapkan para kader. AHY dari segi kualitas personal dan pengalaman belum bisa disamakan dengan ayahnya.

“Jadi salah satu contoh saja, kalau kemarin di masa Pak SBY, orang orang Partai Demokrat bisa misalnya merasa punya kegagahan, gagah gitu sebagai Partai Demokrat dengan membanggakan pemimpinnya, mungkin saat ini mereka tidak. Wah kami belum bisa tuh membanggakan pemimpin kami,” tuturnya.

BACA : Partai Demokrat Resmi Pecat Marzuki Alie dan Jhoni Allen Marbun

Seharusnya, kata dia, AHY dengan tim yang dimilikinya segera mentranformasi pola kepemimpinan di Partai Demokrat. Dari yang lebih didominasi figur SBY, menjadi sifatnya lebih kolegial.

“Itu cocok dengan masa pemilih yang cenderung makin milenial atau makin post milenial,” kata Djayadi.

Pergeseran tokoh senior

Dia menambahkan, tokoh-tokoh senior yang digeser bisa menimbulkan bibit masalah baru di internal partai.

“Mungkin banyak tokoh-tokoh seperti Marzuki Alie atau Max Sopacua ini merasa bukan regenerasi, tapi cutting off pemutusan generasi, dan itu belum tentu benar tapi menimbulkan bibit-bibit masalah,” terangnya.

BACA : Kader Muda Demokrat Desak KLB, Usung Moeldoko Ketum dan Ibas Sekjen

Djayadi melanjutkan, masalah itu pun timbul dengan isu misalnya ada penarikan iuran di Demokrat. Sehingga, ketika isu itu membesar, ada momen untuk memanaskan suasana hingga muncul isu kudeta Demokrat.

“Masalah masalah itu berjalin lalu membesar, ketika membesar begitu ada pembesaran itu terlihat signifikan. Maka baik pihak luar, pihak dalam nah ada timing, timing itu yang dimanfaatkan pihak pihak berkepentingan,” tandas Djayadi.

Sementara itu, Partai Demokrat memecat tujuh orang kadernya yang terlibat dalam gerakan kudeta untuk mendongkel kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Pemecatan dilakukan oleh Dewan Kehormatan Partai.

BACA : Rentetan Aksi Kudeta Menggulingkan AHY jadi Ketum Partai Demokrat

Hal tersebut diungkapkan Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPP Partai Demokrat Andi Arief lewat akun twitter pribadinya @Andiarief_ pada Jumat (26/2/2021).

“Demi harapan ratusan ribu kader dan jutaan simpatisan dan pemilih, kami mendukung sepenuhnya langkah pemecatan terhadap 7 kader yang dilakukan oleh dewan kehormatan partai. Gelombang pertama 7 orang,” cuit Andi, Jumat (26/2/2021).

[merdeka.com]

  • Bagikan