Lurah Purnama Lantik Orang Parpol Jadi Ketua RT?

Dari 25 Ketua RT yang dilantik satu diantaranya merupakan anggota partai politik aktif. Ironisnya, LPMK Purnama penyelenggara pemilihan RT melanggengkan kesalahan fatal tersebut.

Lurah Purnama

Menit.co.id – Lurah Purnama Kecamatan Dumai Barat melantik sebanyak 25 Ketua RT yang berada di bawah lingkungan kerjanya, baru-baru ini.

Dari 25 Ketua RT yang dilantik satu diantaranya merupakan anggota partai politik aktif. Ironisnya, LPMK Purnama penyelenggaran pemilihan RT melanggengka kesalahan fatal tersebut.

Secara aturan sendiri sudah jelas pada Permendagri Nomor 18. Bagi calon ketua RT tidak boleh berafiliasi dengan partai politik.

Namun kenyataan dilapangan berbeda, pemilihan tetap saja berlangsung. Seharusnya, LPMK Purnama lebih bijak dalam menjalankan fungsinya.

Begitu juga Lurah Purnama. Harus bisa mengambil tindakan tegas pada pemilihan yang berlangsung secara voting beberapa waktu lalu.

Salah satu persyaratan menjadi Ketua RT adalah tidak boleh berafiliasi dengan Parpol, karena merupakan milik semua orang bukan orang perorang

Meski ada aturannya tapi masih ada yang mencoba mencari celah. Sebab RT ini adalah ujung tombak masyarakat bukan partai politik.

Menurut salah satu RT yang ikut dilantik Lurah Purnama mengaku tidak mengetahui sudah ada apa belum surat pengunduran oknum tersebut dari partai politik tempat bernaung.

Pihaknya berpendapat bahwa pengurus partai politik tidak boleh menjadi Ketua RT. Dia juga menyalahkan penyelenggara pemilihan RT. Yaitu LPMK Purnama.

Seharusnya, penyelenggara meminta kepada oknum RT tersebut untuk menunjukkan surat pengunduran diri sebelum maju mencalonkan.

Lurah Purnama, AL Khusairi ketika dikonfirmasi media hanya sebatas menjawab baik. Ketika media meminta surat pengunduran oknum RT terafiliasi Parpo mengatakan.

“Berkas di kantor pak. Senin baru bisa pak saya sampaikan. Sudah ada pak di kantor,” begitulah bunyi balasan konfirmasi media ini kepada Lurah Purnama melalui WhatsApp.

Media juga meminta keterangan ke salah satu anggota dari partai tempat oknum RT bergabung menyebutkan bahwa yang bersangkutan masih aktif.

“Beliau masih aktif. Tapi tidak di jajaran pengurus inti. Beliau masuk dewan penasihat partai,” kata salah satu anggota parpol yang sama dengan oknum RT tersebut.