Momentum Menaikkan Elektabilitas Ketum Demokrat AHY

  • Bagikan
Momentum Menaikkan Elektabilitas Ketum Demokrat AHY
Putra dari Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono, Agus Harimurti Yudhoyono (kedua kiri) didampingi istri Annisa Pohan (kiri), Edhie Baskoro Yudhoyono (kedua kanan) dan istri Siti Rubi Aliya Rajasa (kanan) berpose disela-sela pembukaan Kongres V Partai Demokrat di Jakarta, Minggu (15/3/2020). Kongres tersebut bertemakan Harapan Rakyat, Perjuangan Demokrat. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/ama.

Menit.co.id – Partai Demokrat siap merangkul eks kader di kubu Moeldoko untuk bergabung kembali dengan partainya.

Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia Ujang Komarudin menilai keputusan itu diambil untuk menaikkan elektabilitas Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY.

“Tentu itu ada momentum lanjutan, pertama ada momentum kemenangan AHY, katakanlah, dengan ditolaknya KLB kubu Moeldoko,” kata Ujang sebagaimana dikutip dari detikcom.

“Kedua, AHY tidak ingin kehilangan momentum berikutnya. Artinya, dia harus menjadi tokoh yang bijak dalam konteks persoalan konflik di tubuh Partai Demokrat,” kata, Kamis (1/4/2021).

BACA : PDIP Bantah Megawati Sukarnoputri Bertemu Moeldoko Bahas Demokrat

Kemudian personal yang bijak itu diungkapkan dengan cara merangkul pihak-pihak yang berseberangan atau mantan kader yang mengkudetanya. Tentu ini semua dalam konteks politik dan menaikkan elektabilitas AHY itu sendiri.

“Tentu AHY akan bermain panjang, tidak hanya dalam konteks menang, pemerintah dengan ditolaknya kubu KLB lalu ada terusan cerita lainnya. Masalah terusan cerita itu ya terkait AHY merangkul pihak-pihak itu tadi, pihak yang mengkudetanya sendiri,” sambungnya.

Ujang kemudian menyinggung Marzuki Alie dan kawan-kawan yang mencabut gugatan terhadap AHY di pengadilan. Ujang menilai adanya kemungkinan Marzuki Alie kembali ke Partai Demokrat.

“Kita tahu, sebelum keputusan penolakan KLB kubu Moeldoko, itu kan Marzuki Alie juga kan mencabut, menarik gugatan terhadap AHY di pengadilan itu. Itu kan ada indikasi-indikasi, katakanlah pihak-pihak yang mengkudeta itu juga bisa bersatu kembali. Di politik itu tidak ada yang tidak mungkin,” kata dia.

Lebih lanjut Ujang menekankan, dalam politik, selalu ada banyak kemungkinan, termasuk kembalinya eks kader Demokrat di kubu Moeldoko kepada pimpinan AHY.

“Dalam politik mungkin-mungkin saja. Prinsipnya, politik itu tidak ada yang tidak mungkin. Selama nanti kepentingannya sama, akan bergabung kembali. Tetapi kalau kepentingannya sudah berbeda, tentu mereka akan memilih jalan masing-masing,” paparnya.

AHY, kata Ujang, tentu akan memanfaatkan momentum ketika PD kubu Moeldoko ditolak oleh Kemenkumham. Menurut Ujang, memanfaatkan momentum itu adalah hal biasa dalam politik.

Sebelumnya, Partai Demokrat terbuka untuk merangkul kembali eks kader di kubu Moeldoko. PD telah membuka pintu maaf kepada eks kader itu.

“Pintu maaf kami selalu terbuka untuk kader maupun mantan kader yang benar-benar menyesal dan berniat kembali membangun partai ini secara bersama-sama,” kata Kepala Bamkostra PD Herzaky Mahendra Putra kepada wartawan, Kamis (1/4).

  • Bagikan