Partai Gerindra Sudah Kantongi Nominasi Cawapres Prabowo Subianto

  • Bagikan
Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto memberi keterangan kepada awak media di sela kunjungannya di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, 16 Mei 2018. ( Foto: BeritaSatu Photo / Deti Mega P )

Menit.co.id Ketua DPP Partai Gerindra, Ahmad Riza Patria menyebutkan nama calon wakil presiden (cawapres) Prabowo Subianto sudah ada yang menjadi nominasi, tetapi pihaknya belum memutuskannya. Keputusan belum diambil karena Gerindra tidak bisa mengusung sendiri sehingga harus ada persetujuan dari partai koalisi, yakni PKS dan PAN, serta Demokrat apabila resmi bergabung.

“Atas dasar itu tentu akan bijak dan memang seharusnya seperti itu kami harus bicara dengan partai koalisi. Jadi pembicaraan tentang cawapres tidak diputuskan sepihak oleh Prabowo atau Gerindra sendiri tapi dengan partai-partai lain,” ujar Riza di Gedung DPR, Selasa (17/7).

Ia tidak mengelak jika seluruh partai yang merapat ke pihaknya ingin mengusung kader terbaiknya. Baik itu PKS yang sudah mengajukan sembilan nama cawapres, maupun PAN yang mengajukan nama Ketua Umum-nya, Zulkifli Hasan.Termasuk Demokrat yang kendati belum memutuskan berkoalisi, tetapi dipastikan akan mengusung Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai cawapres.

Keinginan partai-partai itu, katanya, merupakan hal yang wajar mengingat Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) dilakukan serentak. Dengan demikian, partai-partai tersebut juga berupaya untuk meningkatkan perolehan suara pileg-nya dengan berusaha menjadi calon presiden (capres) atau cawapres.

“Semua ingin bagaimana cara kadernya diterima. Wajar. Kami pahami dan maklumi. Itu sesuatu yang harus diperjuangkan. Masalahnya, karena seat-nya (cawapres) cuma satu tentu tidak bisa semua diakomodir,” katanya.

Seandainya Prabowo pun memilih AHY sebagai cawapres-nya, menurutnya hal tersebut tidak menjadi masalah dan menjadi hak Demokrat untuk mendapatkan posisi tersebut. Namun keputusan itu juga harus atas persetujuan dan didukung oleh partai politik lainnya, dalam hal ini adalah PKS dan PAN.

Menurutnya, Prabowo tidak akan mungkin memutuskan satu nama baik itu AHY, Anies Baswedan, Zulkifli, maupun Ahmad Heryawan (Aher) tanpa mendapat dukungan dan persetujuan dari partai koalisinya.

“Jadi harus dipahami cawapres nanti harus mendapat persetujuan, artinya itu diterima dan dapat dukungan. Karena kalau hanya persetujuan tanpa dukungan, ya, tidak mungkin juga kami menangkan Pilpres,” katanya.

Wakil Ketua Komisi II ini mengatakan, koalisi yang dilakukan bukanlah kawin paksa sehingga pihaknya menyerahkan ke partai koalisi untuk bersama cari solusi atas kepentingan-kepentingan partai atas nama rakyat dan bangsa.

“Kami percaya diri. Tidak ada masalah, kan namanya sudah mengerucut. Belum (jadi satu nama cawapres), selama belum duduk bersama kami tidak boleh bilang ada satu. Kita berikan kesempatan yang sama untuk semua partai dan duduk bersama cari yang terbaik,” katanya.

Adapun nama-nama yang sudah menjadi nominasi cawapres Prabowo selain Zulkifli Hasan dan AHY, diantaranya adapula Salim Segaf Al-Jufri dari PKS.

 

Sumber: Suara Pembaruan
  • Bagikan