Siapa Thomas Djiwandono? Ini Sosok Keponakan Prabowo Subianto

Thomas Djiwandono

MENIT.CO.ID – Anggota Tim Gugus Tugas Sinkronisasi Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka di bidang keuangan, Thomas Djiwandono, menjadi perhatian setelah bertemu dengan Menteri Keuangan, Sri Mulyani.

Pertemuan ini membahas anggaran, termasuk Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2025, sebagai bagian dari masa transisi dari pemerintahan Jokowi ke Prabowo.

Thomas menjelaskan bahwa timnya berkomitmen untuk mengikuti siklus Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang sedang berjalan, dengan penekanan pada prinsip kehati-hatian fiskal.

“Kami di Gugus Tugas Sinkronisasi Pak Prabowo dan Mas Gibran berkomitmen untuk mengikuti segala siklus APBN yang sedang berlangsung dengan prinsip kehati-hatian fiskal tadi. Itu saya rasa hal penting,” ujar Thomas di Kantor Kemenkeu pada Jumat (31/5).

Sri Mulyani sempat mengenalkan Thomas Aquinas Muliatna Djiwandono kepada media dengan sapaan akrab “Mas Tommy”. “Aku manggilnya mas, kalau pak terlalu tua. Mas Tommy Djiwandono. Itu yang belum kenal, sebagian mungkin sudah kenal dengan beliau,” kata Sri Mulyani.

Thomas Djiwandono saat ini menjabat sebagai Bendahara Umum Partai Gerindra dan juga terlibat dalam perusahaan milik Prabowo. Ia merupakan anak pertama dari pasangan Soedradjad Djiwandono dan Biantiningsih Miderawati.

Ayahnya adalah mantan Gubernur Bank Indonesia yang kini mengajar di Nanyang Technological University, Singapura, sementara ibunya adalah kakak kandung Prabowo.

Thomas juga cicit dari R.M. Margono Djojohadikusumo, pendiri Bank BNI 46. Ia sudah menikah dan memiliki tiga anak. Dalam hal pendidikan, Thomas berasal dari keluarga yang berpendidikan tinggi.

Ia menempuh pendidikan di SMP Kanisius, Menteng, Jakarta, dan melanjutkan studi sejarah di Haverford College, Pennsylvania, Amerika Serikat.

Thomas juga meraih gelar master di bidang Hubungan Internasional dan Ekonomi Internasional dari Johns Hopkins University School of Advanced International Studies, Washington, AS.

Karir profesionalnya dimulai sebagai wartawan magang di Majalah Tempo pada 1993 dan di Indonesia Business Weekly pada 1994. Thomas juga pernah bekerja sebagai analis keuangan di Whetlock NatWest Securities, Hong Kong.

Pada tahun 2006, karirnya terus menanjak saat pamannya, Hashim, memintanya untuk bergabung di Arsari Group, di mana ia menjabat sebagai Wakil CEO di perusahaan agrobisnis tersebut.