Sirekap KPU Koreksi Data Jumlah Suara Paslon Nomor 1

Sirekap KPU

MENIT.CO.IDKPU RI menegaskan bahwa penurunan jumlah suara untuk pasangan calon nomor urut 1, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, yang dituduhkan di media sosial, tidak terjadi.

Penurunan tersebut disebabkan oleh koreksi data perolehan suara Anies Baswedan yang awalnya tercatat sebanyak 3 juta suara di satu Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Lampung.

Komisioner KPU RI, Idham Holik, menyatakan bahwa data hasil perolehan suara peserta pemilu yang terdapat dalam aplikasi Sistem Rekapitulasi (Sirekap) dan yang dipublikasikan melalui situs web resmi KPU haruslah akurat.

KPU menjunjung tinggi prinsip kejujuran dan akuntabilitas dalam hal ini.

Idham menjelaskan bahwa akurasi data perolehan suara peserta pemilu dapat dikonfirmasi melalui sinkronisasi antara foto Formulir Model C.Hasil (berformat plano) dengan hasil pembacaan numeriknya dalam aplikasi.

Dua teknologi pembacaan yang digunakan oleh Sirekap adalah OMR (Optical Mark Recognition) untuk Pilpres dan OCR (Optical Character Recognition) untuk Pileg.

OMR tidak memungkinkan KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) melakukan edit atau koreksi atas hasil pembacaan dokumen, sedangkan OCR memungkinkan KPPS melakukan pengeditan atau koreksi terhadap kesalahan pembacaan data.

Koreksi dilakukan oleh operator Sirekap PPK dalam rapat pleno rekapitulasi hasil perolehan suara atau oleh operator Sirekap KPU kabupaten/kota berdasarkan pengecekan sinkronisasi data hasil perolehan suara.

KPU menegaskan bahwa tidak ada niatan untuk menurunkan perolehan suara Anies Baswedan seperti yang dituduhkan di media sosial.

Koreksi dilakukan karena kesalahan dalam data perolehan suara Anies-Cak Imin yang awalnya tercatat 3 juta suara di TPS di Lampung.

Idham menyampaikan bahwa koreksi tersebut dilakukan dengan cepat oleh KPU setelah publikasi data yang salah.

Data yang sebenarnya menunjukkan bahwa pasangan nomor urut 1 memperoleh 35 suara di TPS tersebut, sedangkan pasangan nomor urut 2 mendapatkan 146 suara dan pasangan nomor urut 3 dengan 15 suara.

Melalui teknologi Sirekap, masyarakat dapat aktif memantau dan memverifikasi data publikasi untuk memastikan akurasi hasil perolehan suara peserta pemilu di setiap TPS.