Elon Musk Twitter, Aplikasi Burung Biru Kacau Balau

Elon Musk Twitter

Menit.co.id – Topik Elon Musk Twitter terus menjadi perbincangan hangat para pengguna media sosial di seluruh dunia. Berbagai problematikan terus bermunculan.

Masuknya Elon Musk setelah membeli Twitter kondisinya semakin kacau. Setengah pegawai Twitter di PHK, kini jumlah pegawai akan terus berkurang karena kerja berat.

Saking banyaknya pegawai yang mengundurkan diri dan di pecat, karena posisinya yang krusial di Twitter, sejumlah pegawainya memperkirakan platform media sosial itu akan hancur.

Informasi yang beredar ada engineer legendaris Twitter yang ikut mengundurkan diri.

“Ini terasa seperti semua orang yang membuat tempat ini menjadi hebat ikut mengundurkan diri. Akan sangat sulit bagi Twitter untuk pulih dari kondisi seperti ini, tak peduli seberapa “hardcore” orang-orang itu berusaha,” ujar seorang pegawai.

“Hardcore” adalah istilah yang dipakai oleh Musk dalam ultimatumnya pada para pegawai Twitter beberapa hari lalu.

Ia memberi opsi untuk para pegawai, yaitu mau bekerja secara “hardcore” atau mengundurkan diri dengan pesangon tiga bulan gaji.

Orang-orang yang posisinya krusial di Twitter kini sudah semua, atau hampir semua, mengundurkan diri, kata seorang pegawai yang juga tak disebutkan namanya.

Termasuk tim yang mengurus trafik Twitter dan juga tim front end yang menyalurkan permintaan engineer untuk memperbaiki layanan backend yang tepat.

Bahkan anggota tim yang mengurus sistem core library Twitter, yang dipakai oleh semua engineer di Twitter, juga sudah mengundurkan diri.

“Kamu tidak bisa menjalankan Twitter tanpa tim ini,” kata seorang pegawai yang sudah mengundurkan diri, dari The Verge, Jumat (18/11).

Lalu ada juga sejumlah anggota tim “Command Center” di Twitter yang mengumumkan pengunduran dirinya. Sebagai informasi, tim ini berisi sejumlah engineer yang selalu berjaga 24/7 untuk mengatasi semua masalah internal.

“Jika mereka pergi, tidak ada lagi yang dikontak saat ada kerusakan,” ujar seorang pegawai yang mengetahui sistem kerja tim tersebut.

Namun Musk tampaknya tak khawatir mengenai masalah ini, karena dalam kicauannya, ia menyebut pegawai-pegawai terbaiknya masih tetap bekerja di Twitter.