Google Rombak Android dan ChromeOS: Menuju Era Konektivitas Antar-Perangkat yang Lebih Seamless

Google Rombak Android dan ChromeOS
Head of Android Google Sundar Pichai mengatakan jika ia berada di bisnis menciptakan malware, ia kemungkinan akan menargetkan Android juga.

MENIT.CO.ID – Google dikabarkan tengah bersiap merombak besar-besaran sistem operasi Android dengan menggabungkannya dengan ChromeOS.

Peleburan dua platform raksasa ini digadang-gadang akan menghadirkan era baru konektivitas antar-perangkat yang lebih mulus dan terintegrasi, menghapus batasan antara smartphone, tablet, laptop, dan desktop.

Android, yang awalnya dirancang khusus untuk smartphone, telah berkembang pesat dan diadopsi di berbagai perangkat seperti tablet, televisi pintar, perangkat wearable, bahkan dashboard mobil.

Di sisi lain, ChromeOS telah menjadi primadona di ranah laptop dan desktop, menawarkan pengalaman komputasi yang ringan, cepat, dan aman.

Menurut laporan Android Authority, Google telah berhasil menggabungkan kedua sistem operasi ini, memungkinkan pengguna Chromebook untuk menjalankan aplikasi Android secara native.

Hal ini dimungkinkan dengan kehadiran Android Virtualization Framework (AVF), yang membuka peluang bagi pengguna Android untuk merasakan pengalaman desktop layaknya Windows 11 di perangkat mereka.

Melansir dari CNBC Indonesia, Rabu (15/5/2024), bocoran kode yang ditemukan di Google Pixel 8 dengan nama ferrochrome semakin memperkuat indikasi perpaduan Android dan ChromeOS.

Hal ini menunjukkan visi Google ke depan dalam menghadirkan konektivitas antar-perangkat yang seamless, di mana pengguna dapat dengan mudah beralih dari smartphone ke laptop, tablet, atau perangkat lainnya tanpa hambatan.

Kolaborasi Android dan ChromeOS ini menandakan era baru dalam komputasi, di mana pengguna dapat bekerja dan beraktivitas lebih produktif tanpa terikat pada satu perangkat.

Kemampuan untuk berganti perangkat dengan mudah dan menjalankan aplikasi yang sama di berbagai platform akan menjadi kunci bagi masa depan komputasi yang terintegrasi.

Mari kita nantikan kelanjutan dari langkah inovatif Google ini, yang diprediksi akan membawa perubahan besar dalam cara kita berinteraksi dengan perangkat digital.