Kemenkominfo Lakukan Pengadaan Perangkat Penyaring Konten Negatif

Ilustrasi: MUI menegaskan keberadaan fatwa media sosial belum bisa menekan peredan konten hoax secara signifikan. (Foto: Thinkstock/Winnond)

Menit.co.id – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) melakukan pengadaan perangkat penyaring konten negatif. Perangkat penyaring konten ini memanfaatkan kecerdasan buatan dan akan (crawling) menjelajah berbagai konten di internet.

Pengadaan dilakukan lewat tender yang dimenangkan oleh PT Inti. Setelah pengumuman tender dilakukan Agustus lalu.

“Saat ini tender perangkat konten negatif sedang dalam masa sanggah, sehingga belum berkekuatan hukum tetap,” jelas Semuel Abrijani Pangerapan, Dirjen Aplikasi Informatika, Kemenkominfo, dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (9/10).

Dengan adanya perangkat penapis konten ini, Semuel menyebutkan penyaringan konten negatif bisa dilakukan secara proaktif oleh pemerintah. Tidak lagi secara pasif menunggu pelaporan masyarakat seperti selama ini dilakukan.

Pengelolaan mesin dengan nilai tender lebih dari Rp194 miliar ini nantinya ada di bawah koordinasi Kemenkominfo. Namun Semuel menyebutkan bahwa sistem ini bisa digunakan oleh berbagai kementerian dan lembaga.

“Misal BPPOM hendak menyensor konten internet berkaitan dengan bahan pangan terlarang, bisa kami beri aksesnya,” jelas Semuel mencontohkan.

Dengan adanya sistem crawling otomatis ini, Semuel berharap bisa mempercepat proses pemblokiran konten negatif yang selama ini dilakukan secara manual. Sistem penyensoran otomatis ini rencananya akan mulai beroperasi pada Januari 2018.

(cnn/cnn)