Pemasok Huawei Bakal Denda Pekerjanya yang Beli iPhone

    Selasa, 11 Desember 2018 - 10:09 Editor : Redaksi Dibaca : 216 Views

    Menit.co.id Hubungan Amerika Serikat dan Cina hingga kini belum kunjung membaik.

    Dikutip Phonearena dari Today’s South China Morning Post, mengungkapkan bahwa merek pakaian Cina bernama Menpad, pembuat layar LCD berbasis Shenzhen yang merupakan pemasok Huawei, sedang berusaha untuk kembali ke AS.

    Perusahaan akan mendenda setiap karyawan yang membeli iPhone Apple sejumlah harga yang dibeli di pasa. Dan sebagai insentif agar para pekerja membeli telepon buatan Cina, Menpad akan membayar 15 persen dari biaya Huawei atau handset ZTE yang dibeli oleh salah satu karyawannya (ZTE awal tahun ini menderita karena larangan ekspor AS, yang mencegah perusahaan membuat ponselnya).

    Selain itu, karyawan Menpad akan mendapatkan dua kali lipat komisi normal mereka atas penjualan ke AS dan perusahaan juga akan melipatgandakan rabat kepada distributor, jika mereka mendapatkan pesanan pembelian dari negara bagian. Insentif ini akan berlaku selama tiga tahun, berakhir 7 Desember 2021.

    “Jika karyawan membeli iPhone untuk diri mereka sendiri, perusahaan akan menjatuhkan hukuman 100 persen atas dasar harga pasar telepon.” tulis aturan Menpad.

    Pemerintah AS menganggap, Huawei dan ZTE sebagai ancaman keamanan nasional dan telah memberi tahu sekutu untuk tidak menggunakan peralatan jaringan dan telepon yang dibuat oleh Huawei.

    Sementara itu, Huawei adalah penyedia peralatan jaringan global teratas dan merupakan produsen smartphone terbesar kedua di dunia.

    Seperti di ketahui, selain perang dagang, berita terbaru yang melibatkan CFO Huawei, Meng Wanzhou juga telah meningkatkan ketegangan antar negara.

    Investigasi AS telah menemukan bahwa eksekutif adalah bagian dari rencana untuk menggunakan sistem perbankan global untuk melakukan bisnis dengan Iran. Ini melanggar sanksi yang diberikan AS pada negara itu.

    Meng ditangkap di Kanada dan menghadapi ekstradisi ke AS. Akibat dari dugaan plot ini, ada kemungkinan Huawei dapat menghadapi larangan ekspor AS.

    (Suara)



    Komentar Pembaca: